Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran memanggil kuasa usaha Prancis sebagai protes atas tuduhan tidak berdasar yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot terhadap Iran.
Baca juga: Presiden Iran Desak Ketergantungan pada Kapasitas Domestik Iran
Menyusul pernyataan ofensif dan tuduhan tidak berdasar yang dilontarkan menteri luar negeri Prancis terhadap Iran, kuasa usaha Prancis di Teheran dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri untuk menerima protes keras dari Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Tanhaei, direktur Divisi Kedua Eropa Barat di Kementerian Luar Negeri, mengecam klaim yang dilontarkan menteri luar negeri Prancis sebagai campur tangan terang-terangan dalam urusan internal Iran.
Ia menggambarkan tuduhan tersebut sebagai tidak bertanggung jawab dan provokatif, serta menuntut penjelasan resmi dari Kementerian Luar Negeri Prancis terkait pernyataan yang dimaksud.
Tanhaei juga mengecam eksploitasi pemerintah Prancis atas acara sinematik sebagai platform untuk memajukan tujuan politik melawan Iran, demikian dilaporkan situs web Kementerian Luar Negeri.
Baca juga: Kepala AD Iran Mengatakan Pasukannya Sepenuhnya Siap Melancarkan Serangan yang Tepat Terhadap Israel
Ia menekankan bahwa Prancis, sebagai salah satu pendukung utama rezim Zionis dan pelanggaran beratnya yang terus-menerus terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter —khususnya yang berkaitan dengan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri— tidak memiliki kewenangan moral untuk mengajukan klaim hak asasi manusia atau melontarkan tuduhan terhadap pihak lain.


