Baghdad, Purna Warta – Organisasi Hashd al-Shaabi (Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak/PMF) mengumumkan bahwa jumlah korban akibat serangan udara yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap markas-markas pasukan tersebut di Irak pada dini hari terus bertambah.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah meningkat menjadi 20 orang, sementara jumlah korban luka-luka mencapai 32 orang.
Dengan demikian, total korban tewas dan terluka dilaporkan telah melebihi 50 orang.
Perdana Menteri Irak sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Ali al-Zaidi, disebut telah memerintahkan penyelenggaraan rapat darurat keamanan menyusul serangan tersebut.
Dalam pertemuan itu, para pejabat keamanan Irak dijadwalkan membahas perkembangan situasi keamanan nasional serta mengambil keputusan yang diperlukan. Setelah rapat selesai, pemerintah Irak juga akan mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hasil pembahasannya.
Menurut laporan tersebut, pada dini hari tadi pesawat tempur Amerika Serikat dan Arab Saudi menyerang sejumlah pangkalan Hashd al-Shaabi di Provinsi Karbala, Ninawa, dan Mosul.
Sumber-sumber Irak juga menyatakan bahwa pangkalan kelompok perlawanan di Amerli (Provinsi Salahuddin) serta al-Dibs (Provinsi Kirkuk), di wilayah utara Irak, turut menjadi sasaran serangan udara tersebut.


