Al-Quds, Purna Warta – Komandan Pasukan Quds dari IRGC mengecam pencegatan secara paksa terhadap kapal-kapal Armada Global Sumud yang menuju Gaza serta penahanan aktivis pro-Palestina oleh pasukan Israel sebagai contoh nyata terorisme internasional.
Brigadir Jenderal Esmail Qa’ani menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Sabtu, setelah pasukan Israel menyerang konvoi bantuan di perairan internasional lepas pantai Yunani.
Qa’ani selanjutnya menyatakan bahwa upaya para aktivis untuk mengakhiri pengepungan terhadap rakyat Gaza yang tertindas serta menyelamatkan perempuan dan anak-anak Palestina dari cengkeraman Zionis merupakan puncak dari perjuangan global melawan pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa.
Ia juga menegaskan bahwa “tindakan keji yang dilakukan oleh Zionis justru akan memperkuat tekad para pencari kebebasan di seluruh dunia untuk mematahkan blokade terhadap penduduk Gaza yang tertindas.”
Pada Rabu malam, pasukan Israel mencegat 22 dari 58 kapal bantuan yang melintasi perairan internasional dan menuju Jalur Gaza yang terkepung.
Setidaknya 211 aktivis, termasuk seorang anggota dewan kota Paris, dilaporkan telah dibawa ke Israel. Sementara itu, pejabat Israel menyebut jumlah yang ditahan sebanyak 175 orang.
Kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari Armada Global Sumud kedua yang dalam beberapa bulan terakhir berupaya menembus blokade Israel dengan membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza. Armada tersebut berlayar dari pelabuhan Barcelona di Spanyol pada 12 April.
Kapal-kapal itu disita di lepas Semenanjung Peloponnese di Yunani, yang berjarak ratusan mil dari Gaza.
Armada Sumud dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa 31 aktivis mengalami luka-luka akibat serangan Israel.


