Kekhawatiran Ahmad al-Sharaa terhadap Pemberontakan Rakyat setelah Kematian Pemuda Suriah di Kantor Polisi

Suriah 1

Damaskus, Purna Warta – Penyiksaan dan kematian seorang pemuda Suriah di sebuah kantor polisi di Latakia memicu kemarahan publik terhadap aparat keamanan pemerintahan Ahmad al-Sharaa.

Kematian seorang pemuda Suriah setelah ditahan dan diduga disiksa di salah satu pusat penahanan pemerintah Suriah telah memicu kemarahan sosial serta meningkatkan kekhawatiran akan munculnya gelombang baru kerusuhan di Suriah setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad dan naiknya Ahmad al-Sharaa ke tampuk kekuasaan.

Sumber-sumber Suriah melaporkan bahwa seorang anggota Pertahanan Sipil Suriah yang menderita hemofilia diduga dipukuli dan disiksa setelah ditangkap oleh polisi di kota Latakia dan dibawa ke kantor polisi.

Muhammad Ghamirah, 29 tahun dan ayah dua anak, merupakan anggota Pertahanan Sipil Suriah yang menderita hemofilia. Para petugas polisi diduga menyiksa dirinya setelah penangkapan meskipun mengetahui kondisi kesehatannya. Ia akhirnya meninggal dunia setelah dibawa ke sebuah fasilitas medis akibat luka-luka yang dideritanya karena penyiksaan dan pemukulan.

Keluarga Ghamirah mengatakan bahwa ketika ia dan pamannya berada di kantor polisi di kota al-Haffah, Provinsi Latakia, mereka telah memberitahukan kepada aparat keamanan mengenai kondisi kesehatan dan penyakit yang dideritanya.

Polisi Latakia memanggil warga Suriah tersebut ke kantor polisi atas tuduhan pencurian dan menahannya selama tiga hari. Keluarga Ghamirah mengeklaim bahwa selama dalam tahanan, ia dipukuli dan dihina oleh petugas di kantor tersebut. Meskipun para petugas mengetahui bahwa ia menderita hemofilia, mereka diduga tidak memberikan perawatan medis yang dibutuhkannya.

Setelah dibebaskan, kondisi fisiknya sangat buruk. Menurut keluarganya, ia mengalami pendarahan internal dan pendarahan otak. Raed Saleh, Menteri Urusan Darurat dan Penanggulangan Bencana Suriah, menyatakan bahwa Ghamirah meninggal akibat komplikasi yang disebabkan oleh pendarahan otak dan pendarahan pada saluran pencernaan.

Penyelidikan atas Kematian Pemuda Suriah

Setelah insiden tersebut, Kementerian Dalam Negeri Suriah memulai penyelidikan. Pada tahap awal, tujuh orang ditahan, termasuk kepala kantor polisi al-Haffah, sejumlah petugas penyidik, serta personel keamanan yang bertugas di kantor tersebut.

Sebuah komite yang dipimpin oleh wakil menteri juga dibentuk untuk menyelidiki berbagai aspek insiden tersebut dan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Autopsi jenazah juga akan dilakukan di bawah pengawasan komite medis independen.

Publikasi mengenai rincian insiden tragis tersebut memicu kemarahan masyarakat terhadap kekerasan aparat keamanan pemerintahan Ahmad al-Sharaa, kepala pemerintahan sementara Suriah. Peristiwa ini kembali menempatkan kekhawatiran mengenai kondisi pusat-pusat penahanan di Suriah serta perlakuan aparat keamanan terhadap para tahanan sebagai isu utama dalam pemberitaan media dan media sosial Suriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *