Juru Bicara Iran: Netralitas Tak Berlaku di Masa Genosida

Juru Bicara Iran

Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dengan tegas menolak gagasan netralitas di tengah gempuran rezim Israel terhadap Palestina, menekankan bahwa diam dalam menghadapi genosida adalah bentuk keterlibatan, bukan imparsialitas.

Baca juga: Iran di PBB: Rancangan Resolusi Dua Negara Hanya Kedok Kejahatan Zionis, Solusi Sesungguhnya adalah Kedaulatan Palestina

Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada Jumat malam, Juru Bicara Kemlu Iran itu menulis, “’Netralitas di masa perang bukanlah ketidakpedulian’. Benar! Namun perang dan GENOSIDA pada dasarnya berbeda; ‘netralitas di masa perang’ tidak dapat diterapkan di masa genosida terang-terangan yang telah berkecamuk selama 2 tahun terakhir secara terbuka.”

“Kemanusiaan sejati menuntut keberanian moral untuk secara eksplisit membenci kejahatan kekejaman dan menuntut pertanggungjawaban para pelakunya,” tambahnya.

Baca juga: Iran dan Irak Tandatangani Nota Kesepahaman Bersama untuk Memerangi Perdagangan Narkoba

Pernyataan pejabat Iran tersebut merujuk pada unggahan Francesca Albanese, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, yang menekankan bahwa meskipun netralitas vital bagi organisasi kemanusiaan di masa perang, netralitas tersebut menjadi terdistorsi ketika diterapkan pada rezim apartheid yang telah berusia puluhan tahun yang melakukan genosida dan kejahatan lainnya.

Albanese memperingatkan bahwa membingkai Palestina hanya sebagai “satu pihak” dalam situasi seperti itu berisiko menimbulkan apa yang disebutnya “kemanusiaan yang tidak berdasar”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *