Riyadh, Purna Warta – Menurut laporan kantor berita Reuters yang dikutip oleh media Iran, dua dari tentara Amerika di Arab Saudi yang terluka dilaporkan mengalami luka serius.
Baca juga: Araqchi: Serangan ke Sekolah Shajarat Tayyiba Minab Bukan Sekadar Insiden atau Kesalahan Perhitungan
Sebelumnya, sejumlah media melaporkan bahwa serangan rudal dan drone Iran terhadap pangkalan udara di Arab Saudi tersebut menyebabkan 10 tentara Amerika terluka serta menimbulkan kerusakan pada beberapa pesawat militer.
Berdasarkan laporan yang beredar, pesawat yang mengalami kerusakan terutama adalah pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara yang digunakan untuk mendukung operasi militer jarak jauh.
Sementara itu, jaringan televisi Amerika ABC News mengutip seorang pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan bahwa setidaknya satu pesawat tanker mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Ketegangan Regional Meningkat
Serangan terhadap pangkalan udara di Arab Saudi terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat serta Israel. Dalam beberapa minggu terakhir, Iran telah meningkatkan serangan balasan terhadap target militer AS yang dikaitkan dengan operasi militer terhadap wilayahnya.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa serangan terhadap Prince Sultan Air Base merupakan bagian dari rangkaian operasi yang menargetkan fasilitas militer Amerika di kawasan Teluk Persia.
Pangkalan tersebut diketahui menjadi salah satu fasilitas militer utama yang digunakan oleh angkatan udara Amerika Serikat untuk mendukung operasi di Timur Tengah, termasuk pengawasan udara dan logistik militer.
Pangkalan Militer AS di Kawasan Menjadi Sasaran
Sejumlah analis keamanan menyatakan bahwa serangan terhadap pangkalan ini menandai perluasan area konflik ke wilayah negara-negara Teluk yang menampung fasilitas militer Amerika.
Baca juga: Konsolidasi Keunggulan Lapangan Iran dan Masuk ke Fase Kegagalan Gencatan Senjata
Dalam beberapa laporan sebelumnya, Iran juga memperingatkan bahwa negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk operasi militer terhadap Iran dapat dianggap sebagai bagian dari pihak yang terlibat dalam konflik.
Peringatan tersebut muncul setelah meningkatnya aktivitas militer di kawasan serta laporan mengenai penggunaan pangkalan udara di beberapa negara Teluk untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.


