Teheran, Purna Warta – Persamaan regional dan internasional telah berpihak pada Iran sejak keberhasilannya melakukan serangan balik terhadap rezim Zionis selama perang agresi yang baru-baru ini diberlakukan, kata Jubir Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Baca juga: Iran Desak Aksi Kolektif Muslim untuk Atasi Tragedi Gaza
Berpidato dalam acara peringatan “para martir media perlawanan” yang diadakan di Teheran pada hari Selasa, Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan bahwa perang agresi yang diberlakukan oleh rezim Zionis dan AS terhadap Iran baru-baru ini menghasilkan pembentukan sinergi yang tak tertandingi antara sektor militer, diplomatik, dan media Republik Islam.
Hasil survei internasional yang kredibel menunjukkan bahwa setidaknya 60 persen orang di dunia percaya bahwa Iran telah memenangkan perang, sementara angka tersebut di kawasan mencapai 80 persen, kata Jubir IRGC tersebut, seraya menambahkan bahwa anggapan Iran yang lemah tidak lagi relevan di dunia.
Jenderal tersebut mengatakan fakta bahwa 120 negara mengutuk agresi Israel terhadap Iran membuktikan bahwa “kekuatan telah bergeser dan persamaan regional dan internasional telah berubah mendukung Iran.”
“Perkembangan seperti itu tidak boleh diremehkan. Transisi kekuasaan ini praktis telah terjadi,” ujar Jenderal Naeini.
Sementara rezim Zionis melancarkan perang agresi yang tak beralasan terhadap Iran pada 13 Juni dan menyerang wilayah militer, nuklir, dan permukiman Iran selama 12 hari, AS turun tangan dan melancarkan serangan militer terhadap tiga lokasi nuklir di Natanz, Fordow, dan Isfahan Iran pada 22 Juni.
Baca juga: Larijani Ditunjuk sebagai Pejabat Tinggi Keamanan Iran
Pasukan militer Iran melancarkan serangan balasan yang dahsyat segera setelah agresi tersebut. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan terhadap rezim Zionis sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati III yang menimbulkan kerugian besar di berbagai kota di wilayah pendudukan.
Selain itu, sebagai tanggapan atas serangan AS, angkatan bersenjata Iran meluncurkan gelombang rudal ke pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.
Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 24 Juni menghentikan pertempuran.


