Teheran, Purna Warta – Strategi Keamanan Nasional AS yang baru mengungkap niat Washington yang telah lama tersembunyi di Asia Barat dan fokusnya yang teguh untuk mengamankan kepentingan rezim Israel, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Baca juga: Qalibaf Peringatkan Negara-Negara Tetangga untuk Tidak Menguji Tekad Iran Terkait Integritas Wilayah
Dalam komentarnya pada konferensi pers mingguan pada hari Minggu, Esmaeil Baqaei mengatakan Iran akan mempelajari isi Strategi Keamanan Nasional AS yang baru dirilis, tetapi mencatat bahwa dokumen tersebut secara terbuka mengungkapkan apa yang telah dikejar dan disembunyikan oleh pemerintahan AS berturut-turut selama bertahun-tahun.
Ia mengatakan strategi tersebut secara eksplisit menyoroti upaya memastikan keamanan rezim Zionis dan mengamankan kepentingan energi.
Baqaei menambahkan bahwa dokumen tersebut menunjukkan AS menempatkan dirinya sebagai hakim atas semua negara lain.
Strategi tersebut juga tidak merujuk pada hak-hak rakyat Palestina, yang menunjukkan bahwa teks tersebut pada dasarnya merupakan dokumen keamanan bagi rezim Israel dan mencerminkan satu-satunya perhatian Washington, yaitu memastikan dominasi Israel di kawasan tersebut, ujar juru bicara Iran tersebut, seraya menambahkan bahwa sikap tersebut semakin mengungkap keterlibatan AS dalam kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis.
Baca juga: Juru Bicara Iran: Posisi Iran Diperkuat Pasca Perang 12 Hari
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump merilis Strategi Keamanan Nasional AS yang baru pada 4 Desember.
Dokumen tersebut mengkritik sekutu-sekutu Washington di Eropa dan menekankan perluasan pengaruh AS di Belahan Barat. Prinsip-prinsipnya—yang berfokus pada non-intervensionisme dan pendekatan “America First”—menandai penyimpangan yang jelas dari strategi 2022, yang membingkai Amerika Serikat sebagai promotor demokrasi dan penjaga tatanan internasional yang ada.


