Tehran, Purna Warta – Komandan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa Iran saat ini melakukan pembalasan terhadap pencurian minyaknya dan pihak asing tidak dapat lagi mengeksploitasi cadangan minyak mentah negara tersebut.
Baca Juga : Raisi dan Putin Bicarakan Peningkatan Kerjasama Teheran-Moskow
Laksamana Muda Alireza Tangsiri menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Senin, menjelang peringatan 73 tahun nasionalisasi industri minyak Iran.
“Hari ini, jika mereka (orang asing) mencuri minyak kami dan menyita kapal tanker kami di mana pun di dunia, kami akan membalasnya,” katanya.
“Sudah tidak ada lagi masa bagi orang asing untuk bermegah atas penjarahan harta milik bangsawan Iran,” tambahnya.
Inggris menjarah minyak dan sumber daya Iran selama bertahun-tahun, tambah Tangsisir. Namun saat ini, generasi muda negara ini berdiri dengan bangga melawan arogansi global.
Pada tanggal 20 Maret 1951, anggota parlemen Iran mengesahkan undang-undang yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri Mohammad Mosaddeq yang terpilih secara demokratis untuk menasionalisasi industri minyak.
Keputusan Mosaddeq didukung oleh partai nasionalisnya serta tokoh agama yang dipimpin oleh ulama terkemuka Ayatollah Abolghassem Kashani.
Baca Juga : Iran: Mendukung Rezim Zionis Merupakan Pelanggaran HAM Terang-terangan
Inisiatif ini mengakhiri kekuasaan Inggris selama empat dekade atas industri minyak Iran. Perusahaan Minyak Anglo-Iran (AIOC) milik Inggris menikmati kendali monopoli atas industri ini dan hanya membayar sebagian kecil pendapatannya kepada pemerintah Iran.


