Iran Tembak Jatuh Drone MQ-1 AS di Atas Selat Hormuz

shoot

Tehran, Purna Warta – Angkatan Darat Iran mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah menembak jatuh sebuah drone MQ-1 milik AS di atas kawasan strategis Selat Hormuz.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Angkatan Darat Iran mengatakan pasukan pertahanan udaranya mendeteksi, melacak, dan membidik drone tersebut di wilayah tenggara Iran sebelum menyerang dan menghancurkannya.

Angkatan Darat mengatakan operasi tersebut dilakukan dengan menggunakan “sistem pertahanan udara canggih terbaru.”

Ditambahkan bahwa operasi itu dilaksanakan “di bawah kendali jaringan pertahanan udara terintegrasi negara.”

Sebelumnya pada Selasa, Wakil Komandan IRGC Mayor Jenderal Mostafa Izadi mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran tetap “dengan tegas dan penuh kekuatan” mengendalikan Selat Hormuz serta telah dikerahkan sepenuhnya dan dalam kondisi siap tempur untuk melindungi wilayah pesisir selatan negara tersebut.

Izadi mengatakan pasukan IRGC, Angkatan Darat, dan Pasukan Penegak Hukum Iran telah sepenuhnya disiapkan dan dikerahkan di berbagai pulau di bagian selatan negara serta wilayah selatan lainnya, “dan terus menjalankan misi mereka dengan kekuatan dan tekad.”

Ia menambahkan bahwa Iran sedang mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai respons terhadap blokade ilegal AS, seraya mencatat bahwa sejumlah langkah tersebut telah mulai diterapkan.

Pada Sabtu, Pasukan Dirgantara IRGC meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah sebuah kapal induk AS dan sebuah kapal perusak Amerika yang terlibat dalam blokade laut ilegal terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang diberlakukan pemerintahan Trump, sehingga memaksa kapal-kapal tersebut meninggalkan kawasan tersebut.

IRGC mengatakan serangan balasan itu menargetkan kapal-kapal yang “milik militer AS yang agresor dan membunuh anak-anak, yang telah mengganggu kapal-kapal Iran serta berpartisipasi dalam blokade.”

Iran telah membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz sejak hari-hari awal perang AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari dan kemudian dihentikan sementara melalui gencatan senjata pada awal April setelah operasi-operasi balasan Iran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *