Teheran, Purna Warta – Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tegas menolak tuduhan yang diajukan oleh Panel Ahli PBB untuk Yaman yang mengaitkan senjata sitaan dengan asal Iran. Ia menyebut klaim tersebut tidak berdasar, bermotif politik, dan kurang bukti yang kredibel.
Baca juga: Juru Bicara: Iran Bertekad Mempertahankan Kemerdekaan dan Martabatnya
Utusan Iran untuk PBB, Saeed Iravani, mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Michael Imran Kanu, dengan tegas menolak tuduhan tak berdasar dan bermotif politik dalam laporan terbaru Panel Ahli PBB untuk Yaman.
Surat tersebut menentang klaim Panel bahwa senjata yang disita pada Juni 2025 memiliki kemiripan dengan senjata buatan Iran dan menuduh badan tersebut gagal memenuhi standar objektivitas dan verifikasinya sendiri.
Berikut adalah teks suratnya:
Yang Mulia,
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Republik Islam Iran dengan tegas dan tanpa syarat menolak tuduhan tidak berdasar yang tercantum dalam paragraf 107 laporan akhir Panel Ahli Yaman, yang dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan 2140 (2014) dan diterbitkan sebagai dokumen S/2025/650. Klaim bahwa kiriman senjata yang disita pada Juni 2025 “menunjukkan karakteristik yang serupa dengan senjata yang diproduksi di Republik Islam Iran” tidak berdasar, bermotif politik, dan tidak didukung oleh bukti yang kredibel atau terverifikasi. Tuduhan ini mengabaikan standar metodologi Panel sendiri tentang transparansi, objektivitas, dan verifikasi, sebagaimana tercantum dalam paragraf 4 laporan yang sama, dan dimasukkan tanpa memberikan Republik Islam Iran kesempatan untuk menanggapi. Pernyataan “kemiripan” visual semata tidak dapat, berdasarkan standar profesional atau hukum apa pun, dijadikan dasar atribusi. Sifat klaim yang tidak berdasar ini, beserta referensi serupa sebelumnya—seperti penyebutan dugaan “jenderal Iran” di paragraf 71—menimbulkan keraguan serius terhadap objektivitas dan independensi kerja Panel.
Baca juga: Iran dan Tiongkok Bahas Kemitraan Strategis yang Lebih Erat
Oleh karena itu, Republik Islam Iran dengan tegas menolak tuduhan tersebut dan meminta Panel untuk mematuhi prinsip-prinsip profesionalisme, imparsialitas, dan akurasi yang disyaratkan oleh mandatnya.
Saya akan sangat berterima kasih jika Bapak berkenan mengedarkan surat ini sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan.
Terimalah, Yang Mulia, jaminan pertimbangan tertinggi kami.


