Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran menolak bagian-bagian dari pernyataan terbaru Menteri Dewan Kerja Sama Teluk Persia (PGCC) mengenai tiga pulau Iran dan ladang minyak dan gas Arash.
Baca juga: Mesir Incar Hubungan yang Lebih Kuat dengan Iran
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengecam sebagai “campur tangan” isi tertentu dari pernyataan PGCC yang dikeluarkan pada akhir sesi ke-164 pertemuan Dewan Menteri PGCC di Kuwait.
Baqaei dengan tegas menolak klaim pernyataan PGCC mengenai tiga pulau Abu Musa, Tunb Besar, dan Tunb Kecil, menggambarkannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan abadi dari tanah Iran.
Iran mengutuk setiap komentar dari pihak luar tentang rencananya untuk membangun perumahan di tiga pulau di Teluk Persia, perjalanan pejabat militer dan pemerintahnya ke pulau-pulau tersebut, atau latihan perang militer di perairan dan tanah teritorialnya, imbuhnya.
Baqaei lebih lanjut menepis pernyataan PGCC yang berpihak tentang ladang gas Arash. Ia mengatakan Iran selalu menekankan perlunya kerja sama yang konstruktif di sektor energi, seperti dalam kasus ladang gas Arash, dan untuk eksploitasi bersama sumber daya hidrokarbon menurut negosiasi bilateral sebelumnya dengan Kuwait.
Juru bicara itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa penghormatan terhadap kepentingan bersama akan membuka jalan bagi kerja sama regional yang lebih kuat.
Baca juga: Iran: Pengayaan di Iran Tidak Dapat Digantikan oleh Konsorsium yang Diusulkan
Perselisihan atas ladang gas Arash bermula pada tahun 1960-an ketika Iran dan Kuwait diberi konsesi lepas pantai yang tumpang tindih untuk ladang tersebut setelah penemuannya.
Perselisihan tersebut telah melalui beberapa putaran pernyataan dan bantahan oleh pihak-pihak yang terlibat, menjadi titik gesekan di antara tiga negara tetangga di Teluk Persia.
Iran mengatakan dialog adalah cara mendasar untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.


