Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan AS harus meninggalkan tuntutan maksimalis dan menyadari bahwa tujuan yang tidak dapat dicapai melalui perang juga tidak dapat dicapai melalui negosiasi jika kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen ingin dicapai.
Araqchi dan Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow bertemu pada hari Kamis di sela-sela pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi untuk membahas hubungan bilateral, perkembangan regional, dan situasi terkini setelah perang agresi AS-Israel baru-baru ini terhadap Iran.
Merujuk pada hubungan persahabatan antara Iran dan Thailand, Araqchi menjelaskan perkembangan regional terkini setelah agresi militer oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran.
Menunjuk pada rekam jejak Washington yang melanggar komitmen terkait perjanjian nuklir, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, “Selama setahun terakhir, Amerika Serikat telah dua kali mengkhianati jalur diplomasi dan melancarkan serangan militer terhadap Iran di tengah negosiasi.”
Araqchi menggambarkan perubahan posisi AS, serta peran destruktif beberapa pihak ketiga, sebagai salah satu hambatan utama untuk mencapai kesepahaman guna mengakhiri perang secara definitif.
“Syarat untuk mencapai kesepakatan adalah AS harus sampai pada kesimpulan tegas bahwa tujuan yang gagal dicapai melalui perang juga tidak akan tercapai melalui negosiasi, dan AS harus menahan diri dari mengejar tuntutan maksimalis,” tegasnya.
Menteri Luar Negeri Iran juga menekankan pentingnya dialog dan kerja sama antar negara-negara regional sebagai penjamin keamanan dan stabilitas yang langgeng di Teluk Persia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand menyinggung konsekuensi ekonomi dari perang AS-Israel terhadap Iran dan kenaikan tajam harga minyak, energi, pupuk kimia, dan barang-barang penting lainnya, menekankan bahwa Thailand mendukung setiap inisiatif yang berkontribusi pada stabilitas, ketenangan, dan pengurangan ketegangan di kawasan tersebut.
Phuangketkeow juga menekankan tekad negaranya untuk melanjutkan dan memperluas hubungan persahabatan Thailand yang telah lama terjalin dengan Iran.


