Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam intensifikasi blokade ekonomi AS terhadap Kuba dan menyatakan solidaritas dengan rakyat dan pemerintah Kuba.
Baca juga: Araghchi: Uni Eropa Kehilangan Bobot Geopolitiknya
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Esmaeil Baqaei mengecam keras pengetatan blokade ekonomi terhadap Kuba dan tekanan berkelanjutan yang dikenakan pada negara tersebut oleh Amerika Serikat, serta menyatakan solidaritas dengan rakyat dan pemerintah Kuba.
Ia mengecam lebih dari 64 tahun blokade ekonomi yang dikenakan pada Kuba oleh pemerintah AS, yang telah menimbulkan konsekuensi kemanusiaan dan material yang luas bagi negara tersebut dan telah mengakibatkan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia fundamental rakyat Kuba.
Baqaei menekankan bahwa sanksi ekonomi terhadap Kuba merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dan aturan dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, khususnya hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri, prinsip penghormatan terhadap kedaulatan nasional negara, dan larangan campur tangan dalam urusan internal negara.
Juru bicara Iran itu menambahkan bahwa AS, karena pelanggaran terus-menerus dan sistematis terhadap prinsip-prinsip dan aturan tersebut, serta pelanggaran hak asasi manusia rakyat Kuba yang meluas—yang setara dengan kejahatan terhadap kemanusiaan—harus dimintai pertanggungjawaban.
Baca juga: Iran dan AS Akan Mengadakan Putaran Negosiasi Baru di Jenewa pada 17 Februari
Pemerintah Kuba yang dikelola komunis sedang tertekan setelah Presiden AS Donald Trump memutus pasokan minyaknya dari Venezuela, dan mengancam akan mengenakan tarif terhadap siapa pun yang memasoknya.
Trump telah meningkatkan tekanan pada pulau Karibia itu sejak operasi militer 3 Januari untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu lama pemerintah Kuba. Kuba mengatakan 32 warganya tewas dalam serangan itu.


