Iran Menegaskan Kedaulatan atas Selat Hormuz: Jalur Terbuka untuk Semua Kecuali Musuh

Teheran, Purna Warta – Ali Mousavi, duta besar Iran untuk Inggris dan perwakilan tetapnya untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk navigasi internasional bagi semua kecuali musuh Republik Islam.

Baca juga: Araqchi Mendesak Negara-Negara Merdeka untuk Menekan Pihak Agresor Menghentikan Perang terhadap Iran

Mousavi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Xinhua di sela-sela sesi luar biasa ke-36 Dewan IMO di London, yang diadakan pada hari Rabu dan Kamis untuk membahas situasi di kawasan Teluk Persia, khususnya Selat Hormuz.

Ia menekankan bahwa jalur kapal melalui Selat Hormuz dimungkinkan dengan koordinasi terkait pengaturan keamanan dan keselamatan.

Mousavi menambahkan bahwa komitmen internasional harus disertai dengan penghormatan penuh terhadap integritas teritorial dan hak-hak Iran.

Utusan Iran tersebut menyoroti bahwa Selat Hormuz terbuka untuk semua kecuali “musuh”.

Ia menekankan bahwa keselamatan kapal dan awaknya membutuhkan koordinasi dengan otoritas Iran.

Sementara itu, Mousavi menyatakan bahwa Iran siap bekerja sama dengan IMO dan negara-negara lain untuk meningkatkan keselamatan maritim dan melindungi para pelaut.

Teheran percaya bahwa agresi oleh AS dan rezim Zionis merupakan akar dari situasi saat ini di Teluk Persia dan Selat Hormuz, katanya.

Mousavi menggarisbawahi bahwa diplomasi tetap menjadi prioritas Iran.

Namun, ia menegaskan bahwa menghentikan semua agresi dan membangun kepercayaan dan keyakinan bersama bahkan lebih penting.

Iran siap memfasilitasi transit kapal melalui Selat Hormuz, dengan syarat bahwa perjalanan tersebut dikoordinasikan dengan otoritas Iran dan dilakukan dengan menghormati kedaulatan dan keamanannya sepenuhnya, katanya.

Sebagai anggota IMO, Iran sepenuhnya menyadari kewajiban internasionalnya dalam transportasi maritim, tambahnya.

Utusan tersebut menekankan bahwa kewajiban-kewajiban ini harus ditegakkan bersamaan dengan penghormatan terhadap hak-hak Iran, termasuk integritas teritorial, kedaulatan nasional, dan martabatnya.

“Semuanya harus dikomunikasikan kepada otoritas terkait Iran,” katanya.

Baca juga: Iran Memperingatkan Musuh Terhadap Serangan pada Infrastruktur Bahan Bakar dan Energi

Ia mencatat bahwa keselamatan kapal dan pelaut merupakan bagian dari pengaturan tersebut.

Iran akan terus bekerja sama dengan IMO dan otoritas maritim negara lain untuk memastikan navigasi internasional yang lebih aman dan perlindungan yang lebih kuat bagi para pelaut, katanya.

Utusan tersebut menyambut baik setiap inisiatif atau saran yang bertujuan untuk pelayaran internasional yang lebih aman.

Ia menghubungkan keadaan saat ini di Selat Hormuz dengan “agresi mereka, aktivitas militer ilegal mereka terhadap rakyat Iran dan integritas teritorial Iran,” merujuk pada operasi yang sedang berlangsung oleh AS dan Israel sejak 28 Februari.

Mousavi menggambarkan serangan baru-baru ini terhadap infrastruktur energi Iran sebagai “melanggar garis merah lainnya”.

Ia menegaskan bahwa Iran akan mengambil langkah-langkah pertahanan yang tepat dan menganggap aset AS atau Israel sebagai target yang sah.

Duta Besar tersebut menegaskan kembali preferensi Iran untuk diplomasi dalam menyelesaikan perselisihan.

Secara terpisah, Mousavi menunjuk pada ketahanan dan persatuan luar biasa yang ditunjukkan oleh bangsa Iran di tengah konflik.

Ia mengamati bahwa Iran telah menyaksikan “persatuan dan solidaritas yang sangat, sangat penting dan signifikan” selama perang.

Mengenai konsekuensi regional yang lebih luas, ia memperingatkan bahwa perang tersebut merupakan “fenomena yang berbahaya dan sangat buruk serta bencana bagi seluruh dunia”.

Perang tersebut berdampak tidak hanya pada Iran tetapi juga negara-negara tetangga di Teluk Persia, bersama dengan pasar energi global dan ketahanan pangan, katanya.

Mousavi menyerukan kepada negara-negara, terutama yang berada di kawasan tersebut, untuk mempertanyakan kepada AS dan Israel mengapa mereka memulai konflik tersebut.

Ia mendesak komunitas internasional untuk mengutuk tindakan agresi terhadap Iran dan bertindak tegas untuk mencegah terulangnya tindakan tersebut, karena tindakan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *