Iran Membantah Rencana untuk Memungut Tol di Selat Hormuz

Teheran, Purna Warta – Iran tidak berupaya memungut tol di Selat Hormuz, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, seraya mencatat bahwa Iran dan Oman secara bertanggung jawab sedang mengerjakan protokol untuk memastikan jalur maritim yang aman melalui jalur air strategis tersebut.

Dalam komentarnya pada konferensi pers mingguan pada hari Senin, Esmaeil Baqaei mengatakan Iran tidak memungut tol di Selat Hormuz, menekankan perlunya ketelitian dalam penggunaan terminologi.

Ia mengatakan Iran tidak berupaya untuk memungut biaya, menambahkan bahwa upaya Iran dan Oman untuk menyusun protokol untuk jalur pelayaran kapal yang aman merupakan tindakan yang bertanggung jawab. Ia mencatat bahwa wajar jika layanan yang diberikan dalam proses ini, serta upaya yang bertujuan untuk melindungi lingkungan, membutuhkan biaya.

Ketika ditanya oleh Tasnim mengenai rencana Inggris dan Prancis terkait pengelolaan Selat Hormuz, Baqaei mengatakan bahwa tidak ada negara lain selain Iran dan Oman yang berada di selat tersebut.

Ia menyatakan bahwa merupakan tanggung jawab Iran dan Oman untuk merumuskan mekanisme jalur pelayaran yang aman, dan menambahkan bahwa kedua negara pesisir tersebut saat ini sedang mengerjakan proses tersebut. Ia mengatakan bahwa langkah-langkah sporadis yang dilakukan oleh pihak lain membuat situasi semakin rumit, dan menambahkan bahwa Iran sedang menjalin kontak dengan semua pihak agar mekanisme navigasi dapat diimplementasikan secepat mungkin.

Mengomentari kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi ke Oman dan konsultasi mengenai Selat Hormuz, Baqaei mengatakan bahwa Iran memahami bahwa keamanan selat tersebut merupakan perhatian seluruh dunia.

Ia mengatakan hal ini membuat tanggung jawab Iran sebagai negara pesisir menjadi lebih berat, dan menjelaskan bahwa Teheran harus mempertimbangkan kekhawatiran keamanan Iran sendiri dan juga mempertimbangkan kekhawatiran komunitas internasional.

Baqaei menambahkan bahwa alasan Iran dan Oman mencari mekanisme yang efektif untuk jalur pelayaran yang aman adalah keyakinan mereka bahwa jalur air tersebut harus tetap dapat digunakan oleh seluruh dunia.

Ia mengatakan perkembangan terkini merupakan akibat dari pelanggaran hukum oleh AS dan rezim Zionis setelah perang agresi mereka terhadap Iran.

Ia menambahkan bahwa setiap negara yang bertanggung jawab menyambut baik pembentukan mekanisme yang andal untuk navigasi maritim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *