Teheran, Purna Warta – Iran mengutuk dengan keras tindakan agresi baru oleh militer dan pemukim Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei pada hari Rabu mengecam rezim tersebut atas kejahatan terhadap warga Palestina saat negosiasi gencatan senjata dengan gerakan perlawanan Hamas sedang berlangsung.
Baca juga: Hamas: Israel Gagal Capai Tujuan di Gaza, Palestina Semakin Dekat dengan Pembebasan
Pejabat Iran tersebut menyerukan persatuan di antara berbagai kelompok Palestina dalam menghadapi para pemukim-penjajah Israel. Israel, kata Baghaei, telah gagal mencapai tujuannya untuk melenyapkan perlawanan Palestina sejak Oktober 2023. “Menanggapi kemenangan perlawanan, Israel berupaya menampilkan dirinya sebagai pemenang dengan membunuh lebih banyak anak-anak dan wanita, menghancurkan infrastruktur perawatan kesehatan, masjid, dan rumah-rumah penduduk.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan Israel lancarkan serangan pesawat nirawak terbarunya di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat. Setidaknya enam orang tewas dalam serangan Israel di kamp pengungsi tersebut.
Kantor berita Palestina Wafa mengatakan sebuah pesawat nirawak Israel menembakkan tiga rudal ke sekelompok orang di dekat bundaran lalu lintas di kamp tersebut pada Selasa malam. Baghaei juga mengutuk pembunuhan staf pers dan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melaksanakan tugasnya dan melindungi perdamaian dan keamanan internasional.
Israel baru-baru ini membunuh jurnalis Palestina ke-205 di Gaza sejak Oktober 2023. Baghaei mendesak Dewan Keamanan untuk meninjau situasi di Palestina selama pertemuan darurat minggu depan dan mengambil tindakan tegas terkait hal itu.


