Teheran, Purna Warta – Delegasi dari Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) menggelar pertemuan pertama komite konsultasi politik gabungan di Abu Dhabi. Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik Majid Takht Ravanchi dan mitranya dari Emirat Lana Nasibah memimpin delegasi kedua negara. Mereka membahas berbagai aspek hubungan bilateral, termasuk masalah politik dan ekonomi.
Baca juga: Jenderal IRGC Bereaksi terhadap Pertemuan Bermusuhan Trump dengan Zelensky
Mereka juga menggelar pembicaraan tentang isu regional dan internasional. Mengacu pada kebijakan Teheran untuk memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga, Takht Ravanchi mengatakan Iran siap memperkuat kerja sama kedua negara berdasarkan kepentingan bersama.
Delegasi Iran itu menekankan pentingnya mekanisme komite gabungan untuk konsultasi politik dan perannya dalam membantu memperkuat koordinasi dengan UEA untuk memajukan hubungan bilateral dan bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional.
Takht Ravanchi menyampaikan harapan bahwa kedua pihak akan mempercepat pelaksanaan perjanjian bilateral dan menjajaki bidang kerja sama baru dengan mengadakan pertemuan rutin.
Menguraikan posisi Iran terkait perkembangan regional dan internasional, wakil menteri luar negeri Iran menggarisbawahi perlunya persatuan dan solidaritas di antara negara-negara Islam terkait kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis di Palestina dan tindakannya yang mengganggu stabilitas di kawasan tersebut.
Ia menambahkan bahwa pertemuan para menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam mendatang akan menjadi kesempatan yang baik untuk mengambil posisi bersatu melawan rencana berbahaya Zionis-AS untuk melakukan genosida dan relokasi paksa warga Gaza.
Baca juga: Presiden Iran Sebut Hubungan Regional yang Lebih Erat akan Buat Sanksi AS Tidak Efektif
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri UEA Lana Nasibah menekankan tekad para pejabat tinggi UEA dan upaya khusus mereka untuk memperkuat dan memperluas hubungan dengan Iran secara komprehensif.
Ia menyampaikan harapan bahwa Iran dan UEA akan dapat menindaklanjuti pelaksanaan perjanjian dengan koordinasi yang lebih baik melalui pertukaran pandangan dalam kerangka konsultasi politik bersama.
Mengenai perkembangan di Palestina, diplomat Emirat menolak rencana pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.


