Tehran, Purna Warta – Markas besar peringatan untuk Pemimpin Syahid Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, telah mengumumkan jadwal pemakaman selama enam hari yang mencakup lima kota, dimulai dengan upacara perpisahan selama dua hari di Tehran pada 4 Juli dan diakhiri dengan pemakaman di Mashhad pada 9 Juli.
Menurut juru bicara markas peringatan tersebut, prosesi pemakaman akan diawali dengan upacara perpisahan di Musala Besar Imam Khomeini di Tehran pada Sabtu, 4 Juli, dan Minggu, 5 Juli.
Prosesi utama pemakaman di Tehran dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 Juli, di mana jenazah empat syuhada lainnya—Dr. Misbah-al-Huda Bagheri, Sayyidah Boshra Husseini Khamenei, Zahra Haddad Adel, dan Zahra Mohammadi Golpaygani—akan diiringi bersama jenazah Pemimpin Syahid tersebut.
Pada Selasa, 7 Juli, upacara pemakaman akan diselenggarakan di kota suci Qom, tempat salat jenazah akan dilaksanakan untuk Pemimpin tersebut.
Prosesi kemudian akan berlanjut ke Irak pada Rabu, 8 Juli, menyusul permintaan berulang dari suku-suku Irak, para ulama, tokoh elit, serta figur politik dan keagamaan.
Upacara pemakaman akan diadakan di kota Najaf dan Karbala, dengan pemerintah Irak bertanggung jawab mengumumkan waktu dan lokasi pelaksanaannya secara rinci.
Penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada otoritas keagamaan, pemerintah, dan rakyat Irak atas permintaan mereka yang terus-menerus agar prosesi diadakan di tempat-tempat suci di Najaf dan Karbala.
Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli—bertepatan dengan malam peringatan kesyahidan Imam Sajjad—di Kompleks Makam Imam Reza di Mashhad.
Juru bicara tersebut juga mengumumkan bahwa delegasi resmi, tokoh politik, dan kalangan elit dari berbagai negara akan memberikan penghormatan kepada pemimpin yang telah wafat itu, dengan rincian waktu dan tempat yang akan diumumkan kemudian oleh Kementerian Luar Negeri.
Upacara tambahan bagi tokoh budaya, ilmiah, keagamaan, dan revolusioner akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.
Slogan peringatan untuk acara ini adalah “Must Rise” (“Harus Bangkit”) dengan simbol kepalan tangan. Di negara-negara Arab, slogan resminya adalah “Qumo lillah” (“Bangkitlah karena Allah”).
Ayatullah Khamenei, bersama beberapa anggota keluarganya, disebut dalam teks ini telah dibunuh pada 28 Februari dalam tindakan agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.


