Purna Warta – Kelompok siber Hanzala mengumumkan pada Kamis bahwa mereka berhasil memperoleh akses ke informasi dan komunikasi yang terkait dengan sejumlah pejabat saat ini maupun mantan pejabat badan intelijen Israel, Mossad. Kelompok tersebut mengklaim telah mendapatkan data yang berkaitan dengan berbagai aktivitas dan operasi siber.
Dalam pernyataannya, Hanzala menyebut nama Laura Gilinski, yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Perencanaan dan Urusan Strategis Mossad. Kelompok itu mengklaim bahwa Gilinski bertemu dengan salah satu direktur yang baru ditunjuk untuk operasi keamanan siber Mossad di David Kempinski Tel Aviv pada hari sebelumnya.
Hanzala menyatakan bahwa mereka memantau percakapan antara kedua pihak sejak awal hingga akhir pertemuan dan memperoleh informasi mengenai berbagai rencana yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Kelompok siber tersebut juga mengklaim telah menggagalkan sejumlah operasi siber ofensif yang menurut mereka sedang direncanakan oleh Mossad untuk menargetkan infrastruktur salah satu negara di kawasan sebelum operasi tersebut dilaksanakan.
Bersamaan dengan pernyataan itu, Hanzala mempublikasikan sebuah foto yang mereka klaim diperoleh dari telepon pribadi Laura Gilinski. Kelompok tersebut menyebut foto itu sebagai bukti kemampuan mereka untuk menembus sistem dan perangkat yang digunakan oleh para pejabat intelijen Israel.
Dalam pesannya, Hanzala juga menyatakan kepada sejumlah pejabat Mossad bahwa mereka memiliki informasi intelijen mengenai aktivitas dan pergerakan mereka, serta menegaskan bahwa jangkauan akses dan pengaruh kelompok tersebut semakin luas.
Catatan: Klaim-klaim dalam pernyataan ini berasal dari kelompok Hanzala dan belum tentu dapat diverifikasi secara independen. Tidak terdapat bukti publik yang dapat mengonfirmasi seluruh klaim mengenai peretasan, pemantauan komunikasi, atau penggagalan operasi yang disebutkan dalam pernyataan tersebut.


