Al-Quds, Purna Warta – Kelompok hacktivis tersebut mengklaim telah memberikan pukulan memalukan terhadap aparat intelijen Zionis setelah berhasil menyusup ke komunikasi pribadi seorang pejabat tinggi Mossad dan membocorkan lebih dari 100.000 dokumen sensitif kepada publik.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat melalui saluran siber mereka, Handala mengumumkan bahwa mereka berhasil meretas akun email Deborah Oppenheimer, mantan wakil kepala hubungan luar negeri dan kerja sama Mossad. Oppenheimer saat ini menjabat sebagai kepala urusan internasional di apa yang disebut sebagai institut keamanan nasional Israel.
Kelompok tersebut menggambarkan Oppenheimer sebagai figur penting dalam mesin propaganda global rezim Israel.
Dalam pernyataannya disebutkan:
“Selama bertahun-tahun ia bertanggung jawab mempromosikan dan memperluas ideologi Zionis di seluruh dunia.”
Handala juga menuduh bahwa melalui manipulasi media dan lobi-lobi kuat, Oppenheimer bekerja tanpa lelah untuk mengarahkan opini publik agar mendukung rezim tersebut.
Namun kelompok itu menyatakan bahwa upaya tersebut telah gagal, dengan mengatakan:
“Hari ini ia telah tunduk pada kehendak rakyat.”
Kebocoran Lebih dari 100.000 Email Sensitif
Peretasan tersebut digambarkan sebagai “operasi berani” yang menghasilkan perolehan lebih dari 100.000 email sensitif, yang kini telah tersedia untuk diunduh oleh publik.
Menurut Handala, dokumen-dokumen tersebut mengungkap wajah sebenarnya dari Zionisme dan jaringan pengaruh globalnya.
Kelompok itu menyatakan bahwa kebocoran tersebut membuka berbagai informasi mulai dari:
- kerja sama rahasia
- perencanaan media
- hingga operasi tersembunyi yang dirancang terhadap berbagai negara.
Serangan siber terbaru ini disebut sebagai bagian dari kampanye balasan yang lebih luas terhadap Israel.
Serangan Siber Sebelumnya
Operasi ini juga menyusul serangan siber besar lainnya yang dilakukan Handala beberapa hari sebelumnya, ketika kelompok tersebut berhasil meretas sistem email Ilan Steiner, mantan direktur anggaran Mossad dan pejabat keuangan utama lembaga keamanan nasional Israel.
- Serangan tersebut menghasilkan kebocoran sekitar 50.000 dokumen rahasia.
- Dokumen Steiner disebut mengungkap berbagai hal, termasuk:
- proyek-proyek rahasia rezim Israel
- jalur keuangan tersembunyi kepada kelompok dalam negeri dan afiliasi media
- serta metode terencana untuk menciptakan ketidakstabilan di kawasan Asia Barat (Timur Tengah).


