Gelombang ke-80: IRGC Lancarkan Serangan Besar ke Wilayah Utara dan Tengah Palestina yang Diduduki serta Pangkalan AS

gelombang 80

Tehran, Purna Warta – IRGC mengumumkan telah melaksanakan gelombang ke-80 dari operasi balasan besar tersebut, dengan menargetkan titik-titik strategis dan pusat militer di wilayah utara Palestina yang diduduki, serta menyerang sejumlah pos militer United States di berbagai bagian kawasan.

Baca juga: IRGC Hantam Lebih dari 70 Target Israel dengan Rudal Presisi dalam Gelombang Balasan ke-81

Dukungan untuk Serangan Hizbullah di Lebanon

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, IRGC menyatakan bahwa fase terbaru Gelombang ke-80 operasi tersebut dilaksanakan oleh Pasukan Dirgantara IRGC sebagai bentuk dukungan terhadap “serangan membanggakan” yang dilakukan oleh gerakan perlawanan Hizbullah dari Lebanon terhadap target-target Israel, serta sebagai solidaritas dengan warga Lebanon selatan yang menanggung dampak utama agresi Israel. Pernyataan tersebut menegaskan, “Poin-poin strategis dan pusat militer yang terletak di wilayah utara Palestina yang diduduki dihantam oleh serangan rudal berat dan berkelanjutan dari Pasukan Dirgantara IRGC.” IRGC menyebut bahwa salah satu target utama adalah markas komando militer tentara Israel di kota Safed, yang bertanggung jawab mengoordinasikan operasi serangan dan pertahanan di sepanjang perbatasan utara wilayah tersebut.

Serangan Terhadap Titik Strategis dan Pangkalan Militer AS

Serangan terbaru ini digambarkan sebagai awal dari serangkaian operasi yang sebelumnya telah diumumkan terhadap apa yang disebut sebagai “rezim Zionis pembunuh anak.” IRGC menegaskan bahwa titik-titik konsentrasi pasukan Israel di wilayah utara Palestina yang diduduki serta kawasan Gaza Strip akan menjadi sasaran serangan berat rudal dan drone, dan mereka tidak akan mengendurkan sedikit pun operasi balasan ini.

Baca juga:  Solusi Friedrich Merz untuk Mengakhiri Perang / Pernyataan Terbaru Rusia tentang Iran

Selain wilayah utara, sejumlah target di wilayah tengah Palestina yang diduduki juga diserang, termasuk Tel Aviv, Kiryat Shmona, dan Bnei Brak. Beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan juga menjadi sasaran, antara lain Ali Al Salem Air Base dan Camp Arifjan di Kuwait, Azraq Air Base di Jordan, dan Sheikh Isa Air Base di Bahrain. Serangan-serangan ini dilakukan menggunakan rudal presisi berbahan bakar cair dan padat, serta drone tempur. Pernyataan IRGC ditutup dengan pernyataan, “Gelombang ini terus berlanjut…,” sebagai tanda tekad kuat untuk melanjutkan operasi.

Latar Belakang Operasi True Promise 4

Operation True Promise 4 dimulai pada 28 Februari, segera setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan putaran baru agresi militer terhadap Iran. IRGC menegaskan bahwa operasi balasan ini akan dilanjutkan hingga mencapai “kemenangan penuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *