DK PBB Didesak untuk Mengecam Serangan Teroris di Iran Tenggara

Teheran, Purna Warta – Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan perlunya Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB untuk mengutuk serangan teroris yang baru-baru ini menewaskan korban di Provinsi Sistan dan Baluchestan di tenggara Iran dan mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk terorisme.

Baca juga: Iran Peringatkan Rencana Israel untuk Memecah Suriah

Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Asim Iftikhar Ahmad pada 28 Juli, Saeed Iravani mengatakan bahwa PBB harus mengutuk serangan teroris baru-baru ini di Iran bagian tenggara serta segala bentuk dan manifestasi terorisme, terlepas dari identitas, motif, atau afiliasi para pelaku.

Berikut ini adalah teks suratnya:

Yang Mulia,

Saya menulis surat ini untuk menyampaikan kepada Anda sekali lagi tindakan terorisme yang mengerikan yang dilakukan oleh kelompok teroris bersenjata Jaish al-Adl di Republik Islam Iran.

Sekitar pukul 08.45 waktu setempat pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, tiga teroris bersenjata yang berafiliasi dengan kelompok Jaish al-Adl melancarkan serangan biadab dan terkoordinasi di sebuah gedung pengadilan di Zahedan, ibu kota provinsi Sistan-Balouchestan di Iran tenggara, dengan sengaja menargetkan warga sipil tak berdosa. Akibat serangan brutal ini, setidaknya enam orang tak berdosa, termasuk seorang ibu dan bayinya yang berusia enam bulan, tewas secara tragis, dan 24 lainnya luka-luka, dua di antaranya kritis. Pasukan keamanan Iran merespons dengan cepat dan tegas, berhasil melumpuhkan ketiga penyerang. Jaish al-Adl telah secara terbuka dan tegas mengklaim bertanggung jawab atas kejahatan keji ini.

Serangan pengecut ini merupakan serangan paling mematikan yang dilakukan Jaish al-Adl di Iran sejak Oktober 2024, ketika kelompok tersebut menyergap konvoi polisi dan menewaskan 10 petugas penegak hukum Iran. Jaish al-Adl memiliki sejarah panjang dan terdokumentasi dengan baik dalam menargetkan warga sipil, penegak hukum, dan lembaga publik. Kelompok ini terus beroperasi dengan hubungan dan dukungan dari Daesh-K dan sponsor asing, dengan impunitas yang nyata. Yang mengkhawatirkan, kelompok teroris ini menerima dukungan material, pelatihan, dan bantuan keuangan dari sumber eksternal, termasuk rezim Israel, sebuah rezim dengan rekam jejak panjang dan terdokumentasi dengan baik dalam kegiatan teroris dan subversif terhadap Iran.

Republik Islam Iran mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sekretaris Jenderal untuk mengutuk kekejaman teroris ini sekeras-kerasnya dan mengambil sikap tegas dan berprinsip terhadap segala bentuk dan manifestasi terorisme, terlepas dari identitas, motif, atau afiliasi para pelaku.

Baca juga: Iran Mengungkap Komplotan Barat-Zionis di Balik Perang Hibrida yang Gagal

Republik Islam Iran menegaskan kembali komitmen teguhnya untuk membela rakyatnya dan menjaga keamanan nasional dari segala bentuk aksi teroris. Otoritas terkait di Republik Islam Iran akan terus memerangi kelompok-kelompok teroris dan sponsornya dengan tekad, tekad bulat, dan kekuatan penuh hingga ancaman tersebut sepenuhnya diberantas dan dicabut dari wilayah kami. Aksi terorisme dan sabotase, terutama yang didalangi, dibiayai, atau didukung oleh aktor asing, tidak akan pernah menghalangi Republik Islam Iran untuk memenuhi tanggung jawab kedaulatannya dalam melindungi rakyatnya dan menegakkan keadilan dengan tekad yang teguh.

Saya akan sangat berterima kasih jika Bapak berkenan mengedarkan surat ini sebagai dokumen Dewan Keamanan dan Majelis Umum dalam agenda 110, “Langkah-langkah untuk memberantas terorisme internasional.”

Terimalah, Yang Mulia, jaminan-jaminan yang menjadi pertimbangan tertinggi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *