Teheran, Purna Warta – Presiden Daerah Kurdistan Irak Nechirvan Barzani mengatakan wilayahnya tidak akan menjadi “sumber ancaman” bagi negara tetangga Iran, dan menekankan bahwa langkah-langkah besar telah diambil untuk mengamankan perbatasan bersama.
Baca juga: Forum Dialog Teheran Desak Diskusi tentang Isu-isu Regional Utama
Barzani menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di Forum Dialog Teheran (TDF), yang diselenggarakan di tempat Institut Studi Politik dan Internasional (IPIS) Kementerian Luar Negeri di ibu kota, Teheran, pada hari Minggu.
“Salah satu prinsip utama kami adalah tidak membiarkan Wilayah Kurdistan menjadi basis untuk mengancam tetangga kami, khususnya Republik Islam Iran,” katanya.
“Kemarin, kami juga mengadakan pertemuan di Teheran, dan semua orang mengakui bahwa kami telah mengambil langkah-langkah yang baik di bidang keamanan. Wilayah Wilayah Kurdistan tidak pernah dan tidak akan menjadi sumber bahaya bagi Republik Islam,” imbuh Barzani.
Ia menegaskan bahwa Iran merupakan salah satu negara pertama yang membantu Irak dalam perang melawan kelompok teroris Daesh, seraya menekankan bahwa “kami telah menyatakan dengan jelas bahwa hubungan antara Iran dan Wilayah Kurdistan merupakan hubungan yang baik.”
Barzani lebih lanjut mencatat bahwa setelah kunjungan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ke Erbil, Irak, “Kami menyaksikan perluasan dan pengembangan hubungan bilateral di semua tingkatan.”
Ia juga mengatakan bahwa pertemuan tingkat pakar dijadwalkan akan diadakan di kota Sanandaj di barat laut Iran dalam waktu dekat. Iran dan Irak menandatangani perjanjian keamanan pada Maret 2023 di Baghdad, yang mencakup koordinasi dalam melindungi perbatasan bersama.
Baca juga: Araghchi Peringatkan AS tentang Tuntutan yang Tidak Realistis, Sebut Iran akan Teruskan Pengayaan
Perjanjian keamanan tersebut mencakup pelucutan senjata dan relokasi lengkap kelompok teroris anti-Iran yang beroperasi di wilayah semi-otonom Kurdistan.
Pejabat Iran telah berulang kali mengatakan bahwa Teheran mengharapkan pemerintah pusat Irak dan Pemerintah Daerah Kurdistan untuk mencegah Israel dan elemen-elemen anti-Iran dari menyalahgunakan wilayah semi-otonom terhadap Republik Islam.
Pada bulan Mei tahun lalu, Barzani mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kurdistan menganggap kerja samanya dengan Iran sebagai garis merah dan tidak akan pernah melewatinya.


