Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran menggambarkan tindakan provokatif dan pelanggaran gencatan senjata AS yang terus berlanjut—terutama ancaman terhadap kapal-kapal komersial Iran—serta posisi yang kontradiktif dan retorika yang mengancam, sebagai hambatan utama bagi kelanjutan proses diplomatik.
Dalam percakapan telepon pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan mitranya dari Pakistan, Muhammad Ishaq Dar, membahas perkembangan regional dan perjanjian gencatan senjata yang telah menghentikan perang agresi AS-Israel terhadap Iran, sambil menekankan konsultasi berkelanjutan untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Araqchi menyampaikan apresiasi atas peran baik dan mediasi Pakistan dalam negosiasi terkait gencatan senjata.
Ia menggambarkan tindakan provokatif dan pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut oleh Amerika Serikat—khususnya ancaman dan campur tangan terhadap kapal-kapal dagang Iran—serta posisi yang kontradiktif dan retorika yang mengancam terhadap Iran, sebagai hambatan utama bagi kelanjutan proses diplomatik.
Araqchi menambahkan bahwa Republik Islam Iran akan mengambil keputusan tentang bagaimana melanjutkan pembicaraan, dengan mempertimbangkan semua aspek.
Kedua menteri luar negeri tersebut menekankan pentingnya konsultasi berkelanjutan untuk membantu memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.


