Araqchi: Iran dan Pakistan, Arsitek Masa Depan yang Damai di Kawasan

Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menggambarkan Teheran dan Islamabad sebagai arsitek masa depan regional yang damai, pluralistik, dan terintegrasi. Ia mengatakan kunjungan presiden Iran ke Pakistan menandakan momentum yang semakin kuat dalam masa depan bersama kedua negara tetangga tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memulai kunjungan resmi ke Pakistan pada hari Sabtu, 2 Agustus.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Pakistan, The News International, Araqchi mengatakan persahabatan antara Teheran dan Islamabad merupakan investasi strategis untuk masa depan.

Berikut teks lengkap artikelnya yang berjudul ‘Masa Depan Bersama’:

Prinsip dasar kebijakan luar negeri Iran adalah membangun hubungan yang kuat, stabil, dan saling menguntungkan dengan negara-negara tetangganya.

Dalam visi ini, hubungan kita dengan Pakistan menempati tempat istimewa — yang tidak hanya ditentukan oleh geografi, tetapi juga oleh pengalaman peradaban bersama selama berabad-abad, kedekatan agama, kekerabatan budaya, dan kepentingan strategis yang saling bertemu. Sebagai dua negara berdaulat yang terletak di persimpangan penting Asia, Iran dan Pakistan memiliki banyak hal untuk dipetik dari kemitraan yang langgeng — dan bahkan lebih banyak lagi untuk berkontribusi bagi masa depan kawasan kita. Kunjungan kenegaraan Presiden Masoud Pezeshkian ke Pakistan yang akan datang mencerminkan momentum yang terus berkembang ini. Kunjungan ini dibangun di atas sejarah keterlibatan tingkat tinggi yang mencakup perjalanan bersejarah mendiang Presiden Ebrahim Raisi ke Islamabad dan kunjungan balasan Perdana Menteri Shehbaz Sharif ke Teheran. Pertukaran ini, bersama dengan konsultasi diplomatik yang berkelanjutan antara pejabat senior di kedua belah pihak, menunjukkan keselarasan yang semakin mendalam yang jauh melampaui diplomasi seremonial. Hal ini mencerminkan pilihan strategis yang sadar untuk meningkatkan hubungan bilateral menjadi hubungan yang berdampak regional.

Iran dan Pakistan berbagi perbatasan sepanjang 900 kilometer yang lebih dari sekadar garis yang memisahkan dua negara; Ini adalah jembatan yang telah menghubungkan masyarakat dan peradaban selama berabad-abad. Melalui perbatasan ini mengalir tidak hanya perdagangan, tetapi juga gagasan, bahasa, puisi, dan keyakinan yang terus menghidupkan masyarakat kita hingga saat ini. Dari perayaan Nowruz hingga tradisi Sufi bersama, kedalaman interkoneksi budaya dan spiritual kita telah menempa rasa keakraban dan kepercayaan yang abadi yang membentuk fondasi kerja sama politik.

Afinitas agama memperkuat ikatan ini. Sebagai dua negara Muslim yang bangga, Iran dan Pakistan berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam — keadilan, kasih sayang, dan solidaritas. Nilai-nilai ini bukan hanya sumber kohesi internal; tetapi juga berfungsi sebagai pedoman bagi keterlibatan internasional kita. Nilai-nilai ini mendorong kita untuk bersatu dalam mendukung berbagai isu seperti perjuangan Palestina, untuk menentang ketidakadilan, dan untuk mempromosikan perdamaian melalui kerja sama dan saling menghormati. Komplementaritas ekonomi kita menawarkan potensi yang sangat besar. Dinamisme pertanian Pakistan dan sumber daya energi Iran yang melimpah, ditambah dengan minat bersama kita dalam konektivitas, memberikan dasar alami untuk integrasi. Selain sinergi sektoral, kedua negara memiliki kepentingan jangka panjang dalam membina ekonomi regional yang terbuka, berkeadilan, dan saling bergantung. Dengan menyelaraskan visi, Iran dan Pakistan dapat membangun kemitraan ekonomi berkelanjutan yang berlandaskan pada ketahanan bersama, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan inklusif. Kerja sama semacam itu dapat memainkan peran transformatif dalam mengangkat masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong model pembangunan yang bermanfaat bagi kawasan yang lebih luas.

Di saat ancaman transnasional terus membahayakan keamanan bersama kita, Iran dan Pakistan tetap waspada terhadap jaringan teroris yang beroperasi di wilayah perbatasan. Koordinasi dalam kontraterorisme bukanlah suatu pilihan; melainkan suatu keharusan. Di luar ancaman lokal, kedua negara menghadapi kekhawatiran strategis yang lebih luas yang timbul dari postur agresif di kawasan tersebut. Genosida yang sedang berlangsung oleh rezim Israel di Gaza, pendudukannya atas Suriah dan Lebanon, dan serangan-serangan tak beralasannya baru-baru ini terhadap wilayah Iran menggarisbawahi urgensi respons kolektif terhadap kekuatan-kekuatan agresif yang memanfaatkan ketidakstabilan dan dominasi. Negara-negara yang bertanggung jawab tidak boleh berdiam diri. Sudah saatnya memperkuat koordinasi, memperdalam kerja sama keamanan, dan mengartikulasikan sikap yang jelas dan bersatu di forum-forum internasional.

Dalam konteks ini, Iran sangat menghargai posisi berprinsip yang diambil oleh Pemerintah Pakistan dalam mengutuk tegas agresi militer Israel dan Amerika pada Juni 2025 terhadap wilayah Iran. Di saat kekuatan Barat memilih untuk berdiri di sisi sejarah yang salah, Pakistan teguh menjunjung tinggi hukum internasional, stabilitas regional, dan solidaritas dengan tetangganya.

Dukungan tulus yang diungkapkan oleh rakyat Pakistan juga tak kalah mengharukan, dengan curahan kasih sayang spontan yang menggema di seluruh masyarakat Iran. Rakyat Iran menyaksikan dengan penuh rasa syukur ketika saudara-saudari mereka di Pakistan menyuarakan dukungan mereka. Ekspresi empati dan persatuan ini tak akan pernah terlupakan. Hal ini menegaskan kembali kedalaman ikatan kita dan kekuatan nilai-nilai yang kita anut bersama.

Iran dan Pakistan juga memiliki rekam jejak kerja sama yang erat di berbagai lembaga multilateral. Di PBB, kami secara konsisten bekerja sama untuk membela hak-hak rakyat Palestina dan memajukan tujuan pembangunan berkelanjutan. Di dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), kami mengadvokasi upaya mengatasi tantangan mendesak umat Islam. Sebagai anggota aktif Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), Organisasi Kerja Sama Ekonomi (EKO), dan D-8, kami mengejar tujuan bersama dalam konektivitas, integrasi ekonomi, dan perdamaian regional. Diplomasi terkoordinasi kami memperkuat suara kami di panggung global dan membantu mengarahkan wacana internasional menuju keadilan, kesetaraan, dan multilateralisme. Kolaborasi ini tidak terbatas pada manajemen krisis. Kolaborasi ini juga mencerminkan konvergensi strategis yang lebih luas. Baik Iran maupun Pakistan menjunjung tinggi prinsip kedaulatan, non-intervensi, dan penyelesaian sengketa secara damai. Keduanya berkomitmen pada tatanan regional di mana negara-negara Muslim membentuk nasib mereka sendiri dan bekerja sama menuju kesejahteraan bersama.

Kemitraan kita juga menjanjikan dalam konteks trilateral dan regional yang lebih luas. Dengan Afghanistan sebagai tetangga bersama, kita memiliki kepentingan yang sama dalam menstabilkan negara dan memastikan bahwa perdamaian dan pembangunan menggantikan konflik dan ekstremisme. Dengan mengintegrasikan strategi ekonomi dan memanfaatkan posisi geostrategis kita, Iran dan Pakistan dapat membantu mengubah kawasan ini menjadi pusat kerja sama, alih-alih persaingan.

Penciptaan koridor perdagangan dan transit yang fungsional, yang didasarkan pada saling menguntungkan, membawa manfaat nyata bagi rakyat kita dan menegaskan kembali kepemimpinan kita dalam membangun arsitektur regional yang berwawasan ke depan.

Jalan ke depan membutuhkan persatuan, kejelasan tujuan, dan kemauan untuk mengubah aspirasi bersama menjadi institusi yang langgeng dan pencapaian praktis. Meningkatkan dialog diplomatik, memperluas hubungan ekonomi, mendorong pertukaran pendidikan dan budaya, serta melembagakan kerja sama di bidang keamanan dan pembangunan akan memberikan kedalaman dan ketahanan yang nyata bagi hubungan kita.

Kunjungan Presiden Pezeshkian memberikan kesempatan tidak hanya untuk menegaskan kembali komitmen tetapi juga untuk membayangkan kembali berbagai kemungkinan. Dalam hal ini, kita dapat mengambil inspirasi dari Allama Iqbal — penyair nasional Pakistan dan pengagum berat pemikiran Persia — yang mengingatkan kita bahwa jiwa bangsa dibentuk bukan oleh siklus politik yang cepat berlalu, melainkan oleh visi moral dan spiritual yang abadi. Kata-katanya masih bergema: “Bangsa lahir di hati para penyair; mereka makmur dan mati di tangan para politisi.”

Kita berkewajiban untuk memastikan bahwa Iran dan Pakistan tidak hanya makmur tetapi juga bangkit bersama sebagai arsitek masa depan regional yang damai, pluralistik, dan terintegrasi.

Persahabatan kita bukan sekadar peninggalan masa lalu; melainkan investasi strategis untuk masa depan. Dalam persatuan, kita menemukan kekuatan. Dalam kerja sama, kita menemukan tujuan. Dan dalam rasa saling menghormati, kita menemukan fondasi bagi perdamaian abadi dan kemajuan bersama.

Hiduplah persahabatan antara Iran dan Pakistan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *