Teheran, Purna Warta – Teheran akan terus mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis selama perang agresi mereka terhadap Iran dan membahas masalah ini melalui forum internasional, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Berbicara saat berkunjung ke sebuah pameran untuk mengenang anak-anak sekolah Iran yang menjadi martir dalam serangan AS-Israel di kota Minab, Iran selatan, Araqchi mengatakan departemen hukum Kementerian Luar Negeri telah secara aktif mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan oleh Washington dan rezim Israel selama perang 12 hari dan 40 hari, serta dampak dari sanksi yang tidak adil.
Dia mengatakan sejumlah bukti telah dikumpulkan dan upaya dokumentasi akan terus berlanjut.
Araqchi juga menyoroti peran diplomasi publik dan budaya dalam menyampaikan kisah perang Iran kepada khalayak internasional. Dia mengatakan Kementerian Luar Negeri siap mendukung seniman Iran dan membantu menyelenggarakan pameran seperti pameran sekolah Minab di luar negeri, dengan alasan bahwa karya seni dapat mengomunikasikan penderitaan dan pengorbanan rakyat Iran dengan lebih efektif daripada pidato atau pernyataan tertulis.
Menteri luar negeri lebih lanjut mengkritik politisasi hak asasi manusia yang dilakukan negara-negara Barat, dengan mengatakan bahwa mereka yang benar-benar ingin memahami hak asasi manusia harus melihat konsekuensi dari serangan terhadap warga sipil dan anak-anak Iran.
Ia membandingkan tanggapan Barat terhadap kasus-kasus individual di Iran dengan kegagalan mengambil tindakan serupa atas pembunuhan puluhan ribu warga Palestina di Gaza, dengan alasan bahwa hal ini menunjukkan eksploitasi politik terhadap hak asasi manusia.
Araqchi mengatakan posisi Iran mengenai hak asasi manusia jelas, dan menekankan bahwa Teheran percaya pada hak asasi manusia “dalam arti sebenarnya” dan secara konsisten membela hak-hak rakyat Iran.
Dia menambahkan bahwa Iran akan terus menggunakan saluran diplomatik, hukum, budaya dan seni untuk menyampaikan kasusnya secara internasional dan mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis.


