Beirut, Purna Warta – Empat tentara rezim Israel, termasuk seorang komandan batalion, tewas di Lebanon selatan setelah serangan Hizbullah menargetkan tank mereka, militer rezim Zionis dan media lokal melaporkan pada hari Jumat.
Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengatakan Letkol Dor Gedalia Ben Simhon, 32, dari Beit HaShita dan komandan Batalyon 52 Brigade 401, tewas dalam pertempuran, Anadolu Agency melaporkan.
Militer mengatakan tiga tentara lainnya juga tewas dalam serangan itu, namun identitas mereka belum dijelaskan untuk dipublikasikan dan akan dirilis di kemudian hari.
Surat kabar online Israel The Times of Israel mengutip pernyataan militer yang mengatakan bahwa sebuah tank tentara Israel diserang oleh drone anti-tank Hizbullah semalam di desa Kfar Tebnit di Lebanon selatan, menewaskan empat tentara Israel.
Sebelumnya pada hari Jumat, setidaknya 24 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan, menurut kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA).
NNA mengatakan serangan tersebut menghantam rumah-rumah penduduk di Al-Sharqiyah, Harouf, dan Kfar Sir di distrik Nabatieh, mengakibatkan korban jiwa dan menyebabkan beberapa orang belum ditemukan.
Menurut angka resmi terbaru, serangan militer rezim Israel di Lebanon, yang dimulai pada 2 Maret, telah menewaskan 3.912 orang, melukai 11.873 lainnya, dan membuat lebih dari satu juta warga mengungsi.
Selama kampanye militer baru-baru ini, pasukan Israel maju lebih dari 10 kilometer (6 mil) ke wilayah Lebanon.


