Prabowo Paparkan Capaian Program MBG di WEF, Target Produksi Lampaui McDonald’s

Prabowo Paparkan Capaian Program MBG di WEF, Target Produksi Lampaui McDonald’s

Jakarta, Purna Warta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menjadi pembicara kunci di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Dalam forum tersebut, Prabowo menyebut skala produksi MBG diproyeksikan melampaui jumlah makanan yang diproduksi jaringan restoran cepat saji McDonald’s.

Prabowo menjelaskan bahwa dalam satu tahun pelaksanaan, program MBG telah didukung lebih dari 21 ribu dapur yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir pekan lalu, dapur-dapur tersebut telah memproduksi sekitar 59,8 juta porsi makanan per hari untuk anak-anak, ibu hamil, serta lansia yang hidup sendiri.

Ia menyampaikan bahwa dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, jumlah produksi harian MBG diperkirakan akan melampaui 68 juta porsi per hari, angka yang saat ini menjadi acuan produksi global McDonald’s. Pernyataan itu disambut respons positif dari peserta forum.

Pemerintah menargetkan produksi MBG meningkat hingga 82,9 juta porsi per hari pada akhir 2026. Program ini dirancang menjangkau seluruh anak Indonesia, mulai dari masa kehamilan hingga usia 18 tahun.

Selain berdampak pada peningkatan gizi dan kesehatan, Prabowo menekankan bahwa MBG turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Lebih dari 61 ribu pelaku UMKM dan koperasi terlibat dalam rantai pasok program tersebut, dengan penciptaan sekitar 600 ribu lapangan kerja langsung di dapur MBG. Pada fase puncak, pemerintah optimistis jumlah lapangan kerja langsung dapat mencapai 1,5 juta orang.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah menjangkau sekitar 70 juta warga Indonesia. Pemeriksaan tahunan ini dinilai sebagai langkah preventif untuk menekan biaya kesehatan jangka panjang sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *