Jakarta, Purna Warta – Status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga mulai Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB.
Keputusan tersebut diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, melakukan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Peningkatan status ini terjadi ketika Anak Krakatau mengalami rentetan erupsi pada Jumat.
Hingga pukul 21.20 WIB, berdasarkan data pengamatan yang dihimpun, gunung api tersebut tercatat mengalami 13 kali erupsi.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno membenarkan peningkatan status tersebut.
Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi pemerintah di tengah aktivitas vulkanik yang kembali meningkat.
“Ya gimana namanya alam, yang penting kita waspada, dan selalu menaati rekomendasi dari pemerintah,” kata Suwarno saat dikonfirmasi, Jumat malam.
Dalam laporan bernomor 1729.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 9 Oktober 2026, Badan Geologi menyampaikan hasil evaluasi aktivitas Gunung Anak Krakatau selama periode 21 September hingga 9 Oktober 2026.
Sebelumnya, status Anak Krakatau diturunkan dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.
Penurunan tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik cenderung menurun.
Data deformasi juga memperlihatkan gejala deflasi, sedangkan catatan kegempaan pada 20 September hanya menunjukkan satu gempa frekuensi rendah dan tremor menerus dengan amplitudo rata-rata 2 milimeter.
Namun, perkembangan aktivitas pada awal Oktober kembali menjadi perhatian.


