Salat Tarawih Perdana di Masjid Istiqlal Berlangsung Khusyuk

Jakarta, Purna Warta – Masjid Istiqlal, Jakarta, menggelar salat tarawih berjemaah perdana pada malam pertama Ramadan. Jemaah yang hadir tampak khusyuk dalam menjalankan ibadah.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi pada Jumat (28/2/2025), lantai bawah Masjid Istiqlal dipenuhi oleh jemaah. Banyak di antara mereka yang membawa anak-anak untuk ikut serta dalam salat tarawih.

Baca juga: Wamenag: Semoga Keseragaman 1 Ramadan Berlanjut hingga Idul Fitri

Pelaksanaan tarawih berlangsung khidmat, diawali dengan ceramah dari Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Dalam ceramahnya, Nasaruddin menjelaskan alasan penentuan 1 Ramadan tahun ini memakan waktu lebih lama. “Yang sedikit agak mendebarkan, karena mulai dari Marauke, ujung paling timur, sampai ke bagian tengah Sulawesi, sampai Pulau Jawa, Kalimantan, tidak ada satupun yang berhasil melihat bulan. Karena memang masih di bawah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Aceh menjadi satu-satunya daerah yang berhasil melihat hilal dengan jelas, sehingga sidang isbat berlangsung lebih lama dari biasanya. “Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, begitu dibuka, saat matahari tergelap ada wujudnya. Saat itu, Indonesia bagian timur itu sudah beberapa orang menyaksikan, tapi sekarang tidak,” lanjutnya.

Dalam ceramahnya, Nasaruddin mengingatkan umat Islam untuk selalu berniat sebelum berpuasa. “Segala amal ibadah itu harus disertai dengan niat. Jadi kalau kita berpuasa, takkan niat untuk batal. Inti dari setiap ibadah itu adalah niat. Kalau kita lupa berniat, maka itu persoalan di dalam ibadah kita,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar rencana-rencana besar dilakukan di bulan Ramadan. “Apapun rencana-rencana besar kita, entah itu bisnis, entah itu sosial, kebudayaan, dan seterusnya, awalilah pada bulan suci Ramadan ini, karena sejarah membuktikan bahwa sejarah yang monumental itu adalah apa yang ditanamkan pada bulan suci Ramadan,” sebutnya.

Ia mencontohkan bahwa banyak peristiwa penting dalam Islam terjadi pada bulan ini, seperti malam Nuzulul Qur’an. “Jadi, malam nuzul Al-Qur’an itu punya makna yang sangat penting, selain Al-Qur’an itu diturunkan, tapi itu juga sekaligus menjadikan Muhammad menjadi Nabi dan juga sekaligus sebagai Rasul,” ungkap Nasaruddin.

Baca juga: Pemerintah Adakan Mudik Gratis dan Diskon Tarif Transportasi untuk Lebaran 2025

Di akhir ceramahnya, Nasaruddin mengajak umat Islam untuk tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial. “Saya juga mengimbau kepada kita semua, selama Bulan Suci Ramadan ini, mari kita melakukan ibadah sosial juga. Jangan hanya rajin ngaji, sholat, dan kita berpuasa tentunya, tetapi usahakan juga melakukan sedekah,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *