Jakarta, Purna Warta – Indonesia, melalui Bank Indonesia (BI), tengah menjajaki kerja sama dengan People’s Bank of China (PBoC) untuk mengimplementasikan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di China. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah transaksi bagi warga Indonesia yang berada di Negeri Tirai Bambu, seiring dengan penguatan penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dalam perdagangan dan investasi bilateral.
Baca juga: Cadangan Migas Baru Ditemukan di Muara Enim Sumsel
Kerja sama ini memungkinkan pengguna QRIS dari Indonesia untuk melakukan transaksi di China. “Sinergi Bank Indonesia dan People’s Bank of China menghadirkan inovasi nyata lewat Local Currency Transaction dan segera menyusul QRIS antarnegara,” demikian pernyataan BI melalui akun Instagram @bank_indonesia.
Menurut BI, skema ini akan memberikan manfaat signifikan bagi pelaku usaha dan masyarakat, seperti transaksi yang lebih efisien, biaya konversi yang lebih rendah, dan dukungan terhadap stabilitas keuangan.
“Melalui kerja sama ini transaksi lintas negara Indonesia-Tiongkok jadi lebih efisien, praktis, dan aman. Mulai dari perdagangan, investasi, sampai belanja sehari-hari akan berjalan lebih lancar!” terang BI.
BI juga menekankan bahwa langkah ini bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi juga tentang penguatan nilai tukar Rupiah dan pembukaan peluang ekonomi baru bagi Indonesia. “Momentum ini bukan sebatas kemajuan teknologi, tapi juga tentang #BeriMakna memperkuat Rupiah dan membuka peluang baru bagi perekonomian nasional,” tambah BI.
Baca juga: Pramono Anung: Profesi Pemadam Kebakaran Makin Diapresiasi, Jadi Cita-Cita Anak di Jakarta
Hingga saat ini, penggunaan QRIS antarnegara antara Indonesia dan China masih dalam tahap uji coba terbatas (sandbox). Jika sudah diimplementasikan sepenuhnya, warga Indonesia akan dapat berbelanja di China menggunakan QRIS, dan sebaliknya, warga China juga bisa menggunakan sistem serupa di Indonesia.


