Pemerintah Prioritaskan Penyaluran Beras SPHP

Jakarta, Purna Warta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan difokuskan ke wilayah-wilayah dengan harga beras yang tinggi. Langkah ini diambil untuk mengintervensi harga yang mahal dan mengatasi stok yang mulai menipis di daerah tertentu.

Baca juga: Wamentan Imbau Peternak Vaksinasi Hewan Ternak untuk Cegah PMK

“SPHP kita akan gelontorkan pada daerah yang harganya tinggi. Contoh, Papua Pegunungan, Nias. Jadi pada tempat-tempat tertentu,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Rabu (28/5/2025).

Sebaliknya, untuk daerah dengan harga beras yang masih relatif murah, distribusi beras SPHP tidak akan dilakukan. Hal ini untuk menghindari dampak negatif terhadap harga gabah dan pendapatan petani di wilayah tersebut.

“Pada tempat yang harga masih relatif rendah atau ada harga beras di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) di tempat itu, jangan keluar SPHP, kenapa? Tambah menekan harga di tingkat petani dan itu membuat petani kita bisa terpuruk,” ucapnya.

Penyaluran beras SPHP direncanakan berlangsung setelah masa panen raya berakhir, mengingat pada periode tersebut harga gabah cenderung meningkat seiring menurunnya produksi di masa tanam berikutnya.

Selain program SPHP, pemerintah juga akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan berupa 10 kilogram (kg) beras bagi keluarga penerima manfaat (KPM) selama bulan Juni dan Juli 2025. Sebelumnya, program bantuan ini sempat dihentikan sejak awal tahun.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa program ini menyasar sekitar 18,3 juta KPM dan akan dilaksanakan oleh sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

“Bantuan pangan 10 kg beras untuk sekitar 18,3 juta KPM. Penerapan program oleh Kementerian Sosial, Bapanas (koordinasi dengan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian dan BULOG) terkait stimulus Bantuan Pangan dan SPHP selama 2 bulan (Juni-Juli 2025),” kata Susiwijono dalam keterangan tertulis, Selasa (27/5/2025).

Baca juga: Presiden Prabowo Setujui Rencana Ekspor Beras ke Malaysia, Tunggu Mekanisme Final

Rencana pemberian bantuan ini telah melalui pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Menteri yang digelar pada Jumat (23/5), dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta dihadiri oleh para Menteri, Wakil Menteri, dan perwakilan dari berbagai lembaga.

“Pada Rakortas tersebut telah disepakati bahwa semua program stimulus ekonomi tersebut akan segera diterapkan mulai tanggal 5 Juni 2025,” ujar Susiwijono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *