Jakarta, Purna Warta – Pemerintah memastikan harga Pertalite (RON 90) tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga akhir triwulan I 2026. Artinya, bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pertalite tersebut tetap dijual Rp 10.000 per liter di tengah dinamika harga minyak dunia.
Baca juga: Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026 Membesar Jadi 17-18%, Berlaku 16 Hari
“Yang pertama itu adalah ketersediaan RON 90 atau ini Pertalite merupakan BBM yang diberikan subsidi. Bapak Menteri itu juga sudah menyampaikan bahwa untuk Pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan pertama 2026 ini,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia serta melihat kondisi alokasi subsidi dan kompensasi energi yang telah disiapkan dalam APBN. Evaluasi akan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait untuk menentukan langkah selanjutnya terkait harga Pertalite.
“Jadi nanti kita akan evaluasi terkait dengan perkembangan harga minyak dunia dan juga bagaimana alokasi terhadap subsidi dan kompensasi yang kita siapkan. Nanti kita akan bahas dengan kementerian lembaga terkait untuk penyesuaian-penyesuaian untuk Pertalite subsidi RON 90 ini,” tambah Yuliot.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi tidak akan naik. BBM subsidi yang dimaksud adalah Pertalite yang saat ini masih Rp 10.000 per liter dan Solar (Biosolar) Rp 6.800 per liter.
Baca juga: BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG di Pulau Jawa
Pernyataan ini merupakan respons terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh angka US$ 110 per barel.
“Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini InsyaAllah nggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).


