Jakarta, Purna Warta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyoroti pentingnya langkah cepat dalam mengisi sisa kuota haji yang kosong akibat jemaah wafat, sakit, atau mengundurkan diri.
Ia menginstruksikan agar sistem Siskohat di tingkat daerah bekerja lebih proaktif, sehingga kursi yang kosong dapat segera diisi oleh jemaah cadangan yang telah memenuhi syarat pelunasan.
“Isu kuota ini sangat krusial di tingkat nasional. Saya tidak ingin melihat ada satu kursi pun yang kosong atau mubazir hanya karena lambatnya administrasi mitigasi. Setiap kursi adalah harapan jemaah yang sudah mengantre belasan tahun,” tegas Menhaj saat kunjungan kerja dan rapat koordinasi bersama para Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), dikutip dari siaran pers, Sabtu (4/4/2026).
Dalam arahannya, Gus Irfan menekankan tiga aspek utama dalam penyelenggaraan ibadah haji, yaitu optimalisasi penyerapan kuota, standarisasi fasilitas asrama, serta penegakan aturan bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Saat melakukan inspeksi ke Asrama Haji Semarang, ia juga memberikan tenggat waktu ketat terkait distribusi perlengkapan jemaah.
“Koper dan atribut haji harus sudah 100 persen diterima jemaah sebelum mereka masuk asrama,” imbuhnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya kelayakan fasilitas seperti kasur, pendingin ruangan, serta kualitas katering, khususnya dengan penyediaan menu yang ramah bagi jemaah lanjut usia.
“Wajah pelayanan kementerian kita tercermin dari bagaimana kita menjamu tamu Allah di asrama,” jelas Gus Irfan.
Gus Irfan juga tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap vendor yang lamban atau fasilitas yang tidak memenuhi standar, dengan perintah penggantian dalam waktu singkat.
“Tidak ada kompromi untuk kenyamanan jemaah, terutama bagi para lansia kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang meminta perlakuan khusus atau privilege, baik dari KBIHU maupun Petugas Haji Daerah (PHD).
“Tugas petugas adalah melayani jemaah, bukan melayani pejabat atau kelompok tertentu,” ucap Gus Irfan.


