Jakarta, Purna Warta – Pandangan seorang peneliti Iran tentang produksi ternak berkelanjutan telah menarik perhatian di sebuah majalah terkemuka di Indonesia. Hamed Kioumarsi, seorang peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penyuluhan Pertanian Iran (AREEO), telah ditampilkan di sebuah majalah nasional utama di Indonesia.
Wawancara tersebut, yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia, membahas pengembangan ternak di Indonesia dengan fokus kuat pada pengembangan sektor peternakan domba.
Kioumarsi menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi dalam sistem produksi ternak.
Ia menyoroti pentingnya manajemen nutrisi yang optimal, strategi pemuliaan modern, dan adopsi teknologi mutakhir.
Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa kemajuan berkelanjutan tidak dapat hanya bergantung pada teknologi saja.
Pengetahuan lokal dan keahlian praktis petani setempat tetap penting, katanya.
Ketika dikombinasikan dengan inovasi ilmiah, elemen-elemen ini membantu membangun sistem pertanian yang tangguh dan produktif yang mampu menahan tekanan ekonomi dan lingkungan.
Secara terpisah, salah satu tema sentral dalam diskusi ini adalah pelestarian dan peningkatan strategis ras domba asli.
Kioumarsi menjelaskan bahwa ras lokal, yang dibentuk selama berabad-abad oleh seleksi alam dan manusia, secara unik beradaptasi dengan iklim regional.
Ketahanan penyakit yang kuat, penggunaan sumber daya pakan lokal yang efisien, dan pengurangan ketergantungan pada input berbiaya tinggi menjadikan mereka sangat berharga di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim pada pertanian global.
Ia mencatat bahwa seiring dengan perubahan pola cuaca, peningkatan suhu, dan munculnya penyakit yang menantang sistem peternakan di seluruh dunia, ketahanan ras asli menawarkan jalur penting menuju pertanian yang cerdas iklim.
Hewan-hewan ini mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi beban lingkungan dengan beradaptasi secara alami ke dalam ekosistem lokal.
Untuk melindungi manfaat ini, Kioumarsi menyerukan program pemuliaan yang dirancang dengan baik yang memperkuat sifat-sifat yang diinginkan sekaligus melindungi sumber daya genetik asli yang berharga.
Menurut Kioumarsi, investasi pada ternak lokal bukan sekadar tanggung jawab budaya atau sejarah—melainkan pendekatan strategis dan berbasis ilmiah untuk membangun sistem pertanian berkelanjutan dan tahan iklim untuk masa depan.
Sementara itu, publikasi tersebut menggarisbawahi kerja sama ilmiah internasional yang semakin berkembang dan relevansi global dari temuan para peneliti Iran.
Artikel tersebut, yang mengambil wawasan dari Kioumarsi yang berafiliasi dengan Pusat Penelitian dan Pendidikan Pertanian dan Sumber Daya Alam di Gilan, juga merujuk pada potensi ternak seperti domba Taleshi dalam pengembangan peternakan berkelanjutan.


