Purna Warta – Delapan santri yang dikabarkan meninggal dunia akibat kebakaran di bangunan lantai dua pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih anak-anak.
Diberitakan sebelumnya kebakaran di pesantren Miftahul Khoirot menyebabkan delapan santri meninggal dunia.
“Delapan meninggal, dua luka-luka,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Rohmat di lokasi kejadian, Senin.
Adapun mengenai penyebab kebakaran, menurut kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono menyebut berdasarkaan keterangan saksi api berasal dari percikan kipas angin dan menyambar kasur.
Jenazah delapan korban sudah dievakuasi ke RSUD Karawang. Dari delapan korban, satu orang korban belum diketahui identitasnya.
Berikut ini adalah data korban jiwa dan luka yang didapat kepolisian.
- Riyan Aditya Gupron (7 tahun), asal Subang
- Azka Fairul Gupron (11 tahun), asal Subang
- Alif Satria (12 tahun), asal Cikampek
- Mureno (12 tahun), asal Cilamaya Kulon
- Akmal Maulana (12 tahun), asal Gandok
- Riadi (13 tahun), asal Rawagemol
- Fatir (13 tahun), asal Wadas
- Masih proses identifikasi.
Korban luka:
- Muhammad Aang
- Keanu
Kebakaran di bangunan Ponpes Miftahul Khoirot terjadi saat para santri tengah beristirahat tidur siang di ruang lantai dua.


