Jakarta, Purna Warta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bisa berjalan, meskipun sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Legislator Golkar itu mengatakan, salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah meminta orang tua mengambil makanan ke sekolah. Namun, mekanisme itu perlu kesepakatan bersama SPPG, pihak sekolah, dan wali murid.
“Misalnya, MBG tetap diberikan ke sekolah, tapi makanannya diambil oleh orang tuanya. Sekali lagi jika hal ini tidak memberatkan bagi orang tua siswa,” ujar Yahya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (17/10/2026).
Yahya mengingatkan, pemerintah perlu mengkaji secara mendalam kebijakan penghentian sementara MBG saat PJJ agar tidak merugikan siswa maupun SPPG.
Sebab, kata Yahya, penghentian MBG dalam kurun waktu yang tidak menentu juga kurang baik bagi keberlangsungan asupan gizi anak sekolah.
“Perlu dicarikan solusi yang bijak dan pola dan mekanisme yang disepakati agar program MBG tetap bisa dijalankan,” ujarnya.
Yahya mengatakan, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena PJJ saat ini banyak diterapkan di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di sisi lain, Yahya meminta pemberian MBG untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap diprioritaskan meskipun sekolah menerapkan PJJ.
Dia mengingatkan, penghentian pemberian MBG kepada kelompok tersebut dapat berdampak terhadap upaya pencegahan stunting.
“Karena kalau dihentikan akan berakibat secara beruntun terhadap meningkatnya angka stunting,” pungkas Yahya.


