47 BUMN Akan Dikelola oleh Danantara untuk Transformasi Total

Jakarta, Purna Warta – Aset dari 47 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Saat ini, baru tujuh BUMN yang sudah berada di bawah pengelolaan Danantara, yaitu Pertamina, PLN, BRI, BNI, Bank Mandiri, Telkom, dan MIND ID.

Baca juga: Saudi dan Indonesia Tetapkan 1 Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa transformasi BUMN harus dilakukan secara menyeluruh untuk mendukung perubahan bangsa. Oleh karena itu, seluruh BUMN akan dikelola di bawah satu payung besar, yaitu Danantara.

“Kalau ditanya, Pak Erick kenapa nggak 7, kenapa semuanya? Ya kalau saya ngelihatnya gini, kalau kita mau transformasi total bersih-bersih BUMN jangan tujuh, semuanya menjadi satu asset management,” katanya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (1/1/2025).

Erick menekankan bahwa perubahan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah. Ia juga menegaskan bahwa selama lima tahun terakhir, transformasi BUMN dijalankan dengan transparan.

“Kalau kita mau mendukung perubahan bangsa ini nggak boleh, misalnya saya sebagai Menteri BUMN setengah-setengah. Ya ini 7 dulu, ini tambah 2 dulu, jangan. Semuanya, toh kita nggak ada yang diumpetin. Transformasi yang kita dorong selama lima tahun ini nggak ada yang diumpetin,” sambung Erick.

Dengan masuknya 47 BUMN ke dalam Danantara, Erick juga menjelaskan bahwa Kementerian BUMN tetap akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap perusahaan pelat merah. Kementerian tetap memiliki peran dalam menindak kasus korupsi, menyetujui rencana kerja, serta memastikan keseimbangan antara dividen dan suntikan modal.

“Salah satunya di undang-undang itu kan fungsi kami mengawasi, menindak kalau ada kasus korupsi, meng-approve rencana kerja, memastikan antara dividen dan suntikan modal. Nah seperti itu perannya. Nah apakah kita mengawasi operasional? Masih. Contoh untuk apa? Yang public service obligation,” ungkapnya.

Kementerian BUMN juga akan tetap memastikan kewajiban perusahaan dalam layanan publik, termasuk subsidi, kompensasi, dan proyek strategis nasional.

Baca juga: Doa Bersama untuk Timnas Indonesia Jelang Ramadan dan Kualifikasi Piala Dunia 2026

Erick Thohir sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah BUMN telah dipangkas dari 112 menjadi 47 perusahaan, di mana tujuh di antaranya masih dalam proses penyehatan. Ia juga menyinggung pencapaian laba BUMN yang mencapai Rp 310 triliun, yang menunjukkan bahwa tidak semua BUMN terlibat dalam praktik korupsi.

“Kalau itu semua BUMN korupsi, nggak mungkin profitnya Rp310 triliun. Jadi tadi sama, semuanya akan langsung dijadikan satu di bawah Danantara, di bawah satu payung besar seluruh asetnya, nanti angkanya US$ 900 miliar atau berapa transisinya kan itu bertahap. Dan kita sekarang, saya Pak Rosan itu benar-benar baik hubungannya, Pak Rosan jujur dulu pernah di wakil menteri BUMN juga,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *