
PurnaWarta – Masyarakat Sri Lanka terlihat menunggu kereta di Kolombo pada Rabu (6/7) lalu. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images).
Hal itu mereka lakukan setelah sejumlah moda transportasi tidak bisa beroperasi lantaran terganggu oleh krisis BBM yang melanda negara tersebut. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images)
Sri Lanka telah meminta bantuan Rusia untuk menyediakan bahan bakar dan mendorong penerbangan wisata demi menyelamatkan negara itu dari krisis ekonomi. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images).
Agar bantuan itu bisa segera diberikan, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengaku telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images).
Sri Lanka dinyatakan bangkrut karena gagal membayar utang luar negeri (ULN) yang mencapai US$51 miliar atau Rp754,8 triliun (asumsi kurs Rp14.800 per dolar AS). (Photo by Pradeep Dambarage/NurPhoto via Getty Images).






