
PurnaWarta – Para siswa di Afghanistan kembali ke sekolah sejak akhir pekan lalu. Namun, tak ada satu pun siswi di dalam sekolah. (AFP/Bulent Kilic)
Taliban memang sudah memerintahkan siswa dan guru laki-laki untuk kembali ke sekolah. Namun, mereka tak membahas nasib siswi. (AFP/Bulent Kilic)
Badan pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa, UNESCO, pun meminta Afghanistan memperjelas nasib siswi. (AFP/Bulent Kilic)
Direktur UNESCO, Audrey Azoulay, mengatakan bahwa jika Afghanistan melarang perempuan bersekolah, negara itu melanggar hak dasar siswi untuk mendapatkan pendidikan. (AFP/Bulent Kilic)
Lebih jauh, UNESCO menganggap penundaan ini juga memperlebar kesenjangan antara anak laki-laki dan perempuan. (AFP/Bulent Kilic)
Pada akhirnya, perempuan kesulitan mendapatkan edukasi tingkat tinggi dan kesempatan-kesempatan lainnya dalam hidup. (AFP/Bulent Kilic)







