
PurnaWarta – Sebanyak 52 gempa, dengan dua di antaranya gempa utama, yang berpusat di Pasaman Barat, Sumatera Barat, berdasarkan data per Sabtu (26/2) dini hari, membuat delapan orang meninggal, 10 orang luka berat, 76 luka ringan. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/aww.)
Gempa itu juga membuat 103 rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan 17 unit rusak ringan. Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan rusak berat, satu balai masyarakat rusak ringan, aula bupati Pasaman Barat rusak ringan. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.)
Akibat kerusakan bangunan itu, setidaknya 6.002 warga mengungsi. Mereka yang berasal dari Pasaman Barat, Pasaman, dan Lima Puluh Kota itu menempati tenda-tenda darurat yang sebagian besar tampak dengan fasilitas seadanya. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.)
Tenda di salah satu titik pengungsian di Pasaman Barat tampak tak bisa menampung semua warga. Mereka pun dalam kondisi basah dan lembab akibat hujan deras. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/Lmo/aww.)
Menurut pengakuan warga dan dokter di lokasi, pengungsi, kebanyakan lansia dan anak, banyak yang mengalami demam, mual, sakit kepala, hingga darah tinggi yang dipicu cuaca buruk dan kurang tidur. Wilayah Sumbar tergolong kawasan yang rentan gempa. Sebelum lindu yang berpusat di Pasaman Barat, Jumat (25/2) itu, Ranah Minang sudah diguncang sembilan kali gempa yang merusak. (AP Photo/Ardhy Fernando)






