
PurnaWarta – Sebuah pameran di Museum Wina, Austria, menggambarkan peninggalan seni dari pemerintahan Nazi. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)
Pameran tersebut bernama Vienna Falls in Line: The Politics of Art under National Socialism yang berlangsung 14 Oktober 2021-24 April 2022. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)
Pameran itu menampilkan serangkaian karya seni para seniman yang ‘disetujui’ oleh The Reich Chamber of Fine Arts semasa Nazi. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)
The Reich Chamber of Fine Arts merupakan lembaga kuat untuk mengendalikan politik seni di bawah pemerintahan Nazi. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)
Seluruh seniman profesional untuk bisa bekerja dengan normal harus mendapatkan persetujuan dan seleksi dari The Reich Chamber of Fine Arts. Lembaga itu akan secara otomatis menolak seniman yang memiliki darah alias keturunan atau pendidikan dari Yahudi, pembangkan politik, atau siapa pun yang dianggap terlalu bebas. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)






