
PurnaWarta – Pembeli mengantre untuk memasuki toko saat momen diskon Black Friday dimulai di The Outlet Shoppes of the Bluegrass di Simpsonville, Kentucky, AS, Jumat (26/11). Black Friday menjadi hari yang dinanti para pecinta belanja. Selain itu hari tersebut juga dikenal sebagai hari belanja besar-besaran, tradisi yang dimulai di Amerika Serikat. (REUTERS/Jon Cherry)
Pembeli mengantre untuk memasuki toko saat penjualan Black Friday dimulai di pusat perbelanjaan Usce di Beograd, Serbia, Jumat (26/11). (REUTERS/Zorana Jevtic)
Seorang wanita, mengenakan masker, di etalase toko Sambil Mall, di Caracas, Venezuela, Jumat (26/11). (AP Photo/Ariana Cubillos)
Saat Black Friday, berbagai toko memberikan penawaran menarik, mulai dari diskon 20 persen, 50 persen, hingga 70 persen. Ada juga yang menawarkan beli satu dapat dua. Rasanya tak salah jika Black Friday disebut sebagai hari raya bagi mereka yang memang gemar belanja. (AP Photo/Darron Cummings)
Istilah Black Friday tentu tak muncul begitu saja. Pertama kali, istilah ini tercatat pada 1869. Saat itu Black Friday digunakan sebagai istilah belanja usai liburan Thanksgiving. Ajang ini juga bertepatan dengan krisis keuangan di Amerika Serikat tepatnya pada 24 September lebih dari satu abad lalu. (REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)
Orang-orang mengantre di Macy’s menjelang hari diskon Black Friday di wilayah Manhattan di New York City, New York, AS, Jumat (26/11). Namun sejarah lain juga muncul di balik istilah Black Friday ini. Disebutkan bahwa istilah Black Friday kental dengan jual beli budak dengan harga diskon pada kurun waktu 1800-an. (REUTERS/Jeenah Moon)
Bagasi mobil di tempat parkir Walmart dimuat dengan dua set televisi dan barang-barang lainnya setelah belanja Black Friday pada Jumat (26/11) di Torrance, California. (Apu GOMES / AFP)








