Menteri Luar Negeri Iran dalam percakapan dengan rekan sejawatnya dari Jepang, melaporkan tentang kemajuan signifikan negosiasi Iran dan Oman untuk menentukan jalur sementara lalu lintas di Selat Hormuz, dan menganggap jalan kembali ke situasi normal di Selat Hormuz adalah kembalinya dan kepatuhan pihak Amerika terhadap komitmen dan tanda tangannya dalam nota kesepahaman Islamabad.
Menurut laporan ParsToday yang dikutip dari IRNA, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, pada hari Selasa (8/9) berdialog dan bertukar pandangan dengan Toshimitsu Motegi, Menteri Luar Negeri Jepang, tentang isu-isu bilateral dan perkembangan regional serta internasional terakhir.
Menteri Luar Negeri Iran, menilai tanggung jawab situasi ketegangan saat ini di kawasan adalah pelanggaran menyedihkan komitmen-komitmen Amerika dalam kerangka nota kesepahaman Islamabad, dan menegaskan: “Solusinya sederhana. Kembalinya dan kepatuhan pihak Amerika terhadap komitmen dan tanda tangannya dalam nota kesepahaman Islamabad akan menyediakan landasan untuk kembali ke situasi normal.”
Araghchi juga dengan menjelaskan situasi terakhir negosiasi Iran dan Oman tentang Selat Hormuz, melaporkan tentang kemajuan signifikan dialog kedua negara untuk menentukan jalur sementara lalu lintas di selat, dan menekankan kelanjutan konsultasi antara kedua negara untuk mencapai kesepakatan tentang mekanisme-mekanisme masa depan pengelolaan Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Jepang juga dengan menyatakan keprihatinan tentang eskalasi ketegangan di kawasan, menekankan perlunya kelanjutan konsultasi dan koordinasi diplomatik antara negara-negara di kawasan dan negara-negara yang berkepentingan dengan tujuan membangun keamanan di kawasan dan lalu lintas yang bebas dan aman di Selat Hormuz


