Pasukan Yaman Luncurkan Operasi Angkatan Laut Anti-Israel Tahap ke-4

Shanaa, Purna Warta – Militer Yaman mengumumkan fase baru operasi intensif yang menargetkan aktivitas maritim yang terkait dengan Israel, dan berjanji untuk melanjutkan kampanyenya hingga rezim Zionis mengakhiri agresi brutal dan blokadenya di Gaza. Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan dimulainya fase keempat pengepungan angkatan laut mereka terhadap rezim Israel.

Baca juga: PBB: Sepertiga Penduduk Gaza Kelaparan Akibat Pengepungan Israel yang Semakin Dalam

Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, mengumumkan perluasan operasi militer Senin pagi, memperingatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pelabuhan-pelabuhan Palestina yang diduduki untuk segera menghentikan semua aktivitas.

“Eskalasi ini merupakan komitmen kemanusiaan dalam membela Gaza,” kata Saree, menyerukan kepada semua pemerintah untuk menekan entitas Zionis tersebut agar menghentikan agresinya.

Ia mengatakan fase baru ini mencakup penargetan semua kapal yang dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pelabuhan-pelabuhan Palestina yang diduduki.

“Mulai sekarang, kapal apa pun yang berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan ini, terlepas dari tujuannya, akan dianggap sebagai target yang sah bagi rudal dan drone kami di mana pun mereka berada,” Saree memperingatkan.

Ia menambahkan bahwa kelanjutan operasi ini mencerminkan kewajiban moral dan kemanusiaan Yaman terhadap rakyat Palestina yang tertindas.

Beberapa hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Yaman Jamal Amer mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, yang menegaskan kembali dukungan Yaman terhadap pelayaran internasional bebas — kecuali kapal-kapal Israel dan mereka yang mendukung rezim Zionis secara militer, logistik, maupun ekonomi.

Surat tersebut mendesak semua kapal komersial dan perusahaan maritim untuk mematuhi arahan yang dikeluarkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman, dan menekankan bahwa setiap pelanggaran akan membebankan tanggung jawab penuh kepada mereka yang mengabaikan peringatan tersebut.

Baca juga: Iran: Serangan Israel terhadap Kapal Bantuan Handala yang Menuju Gaza adalah Contoh Nyata Pembajakan

Pemerintah yang berbasis di Sana’a juga menyarankan lembaga publik dan swasta untuk menghindari transaksi apa pun dengan aset atau kepentingan yang terkait dengan rezim pendudukan guna mengurangi konsekuensi agresi Zionis yang berkelanjutan.

Analis Israel Eyal Zisser, Wakil Presiden Universitas Tel Aviv, mengakui bahwa serangan Yaman telah berkembang menjadi ancaman serius.

“Ini bukan lagi sekadar gangguan dini hari,” ujarnya.

“Serangan rudal dan pesawat tak berawak Yaman menimbulkan kerugian besar, mengganggu rute pelayaran di Laut Merah, dan melumpuhkan pelabuhan Eilat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *