Purna Warta – Kementerian Energi Suriah pada hari Kamis memperingatkan tentang naiknya permukaan air di Sungai Eufrat setelah banjir di utara dan timur negara tersebut menyusul peningkatan aliran air dari negara tetangga Turki dan hujan baru-baru ini.
Kementerian tersebut mengatakan pihaknya memantau situasi di Eufrat mengingat peningkatan air yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Dikatakan bahwa peningkatan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang melimpah dan pembukaan pintu air bendungan yang terletak di sepanjang sungai di wilayah Turki.
Sebuah pernyataan mengatakan pemerintahan provinsi Deir Ezzor, Raqa dan Aleppo telah mengumumkan keadaan gawat darurat dan mengambil tindakan pencegahan.
Kantor berita SANA melaporkan banjir terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan provinsi Deir Ezzor pada hari Kamis dilaporkan pula bahwa sebuah jembatan tanah terendam banjir.
Dikatakan beberapa jembatan di provinsi tersebut tak lagi dapat digunakan. Banjir juga mempengaruhi lahan pertanian dan rumah-rumah.
Media lokal Turki, mengutip pemerintah lokal melaporkan adanya pelepasan air dari Bendungan Ataturk setelah kenaikan permukaan air akibat curah hujan lebat dalam beberapa bulan terakhir.
Bendungan Ataturk adalah salah satu bendungan utama Turki dan dibangun untuk menghasilkan listrik dan mengairi wilayah di sepanjang perbatasan dengan Suriah.
Kementerian energi di Damaskus mengatakan bahwa menurut otoritas yang mengelola Bendungan Eufrat di negara itu, kapasitas penyimpanan bendungan Suriah hampir penuh dan memerlukan pelepasan air dalam jumlah besar secara terus menerus.
Pada Rabu malam, kementerian tersebut memposting gambar yang menunjukkan pembukaan pintu air Bendungan Eufrat, mengatakan bahwa pintu air tersebut belum digunakan selama sekitar 40 tahun sembari memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati.


