Paus Leo XIV Memulai Rangkaian Kunjungan Ke Sejumlah Negara Afrika

paus leo Negara Afrika

Purna WartaPaus Leo XIV akan memulai rangkaian perjalanan panjang ke Afrika, perjalanan pertama dalam masa kepausannya.

Antara 13 sampai 23 April, Paus akan mengunjungi empat negara, melintasi benua yang penting bagi gereja abad ke-21 yang dipimpinnya. Hubungan Kristen-Muslim akan menjadi agenda utamanya.

Perjalanan ini terjadi disaat Paus Amerika pertama ini semakin vokal menentang konflik di Timur Tengah. Ia mengatakan bahwa nama tuhan tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang. Sementara itu, Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, menggambarkan upaya perang AS mendapat dukungan tuhan. Keputusan Paus Leo XIV untuk mengunjungi Aljazair, negara mayoritas Muslim menunjukkan bahwa ia akan menjadi penyeimbang diplomatik terhadap pemerintahan Trump dan intervensi militernya di Iran.

Trump mengkritik Paus sebelum perjalanannya, menggambarkan Paus sebagai “tidak bagus untuk Kebijakan Luar Negeri” dan mengatakan bahwa “Saya tidak menginginkan seorang Paus berpikir bahwa Iran boleh memiliki Senjata Nuklir.” Paus Leo XIV kemudian menanggapi di pesawatnya, dengan mengatakan, “Hal-hal yang saya katakan tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap siapa pun,” tetapi menambahkan, “Saya tidak takut pada pemerintahan Trump atau berbicara lantang menyampaikan pesan Alkitab.”

Berbicara kepada otoritas politik di Aljazair, Paus Leo XIV menganjurkan untuk “menghormati setiap orang dan membiarkan anda tergerak oleh penderitaan orang lain,” sebuah tugas yang menurutnya “lebih mendesak dari sebelumnya dalam menghadapi pelanggaran hukum internasional dan kecenderungan neokolonial.”

Afrika adalah benua tempat Gereja Katolik berkembang, dan di mana gereja sering memainkan peran berpengaruh dalam masyarakat sipil melalui pendidikan dan perawatan kesehatan serta membantu menengahi konflik.

Paus Leo XIV, yang menghabiskan bertahun-tahun sebagai misionaris di belahan bumi selatan, sangat mengenal Afrika. Dan sebagai paus, ia telah menunjuk para imam dari Nigeria untuk menduduki posisi senior di Vatikan.

Jadwal perjalanannya mencakup Aljazair, Kamerun, Angola dan Guinea Ekuatorial. Ia akan melakukan 18 penerbangan, termasuk dua penerbangan dengan helikopter dan menempuh sekitar 18.000 kilometer. Jadwal tersebut kemungkinan akan berat bahkan bagi seorang paus yang berusia 70 tahun, relatif muda dan dikenal rajin berolahraga.

Meskipun negara-negara yang dikunjunginya beragam, agenda perjalannya konsisten, yaitu Paus Leo XIV berperan sebagai pembangun jembatan perdamaian.

“Kunjungan Paus Leo ke Afrika akan memberinya kesempatan unik untuk mendengarkan umat Katolik Afrika dan mempelajari langsung realitas kehidupan sehari-hari mereka,” kata Pendeta Agbonkhianmeghe Orobator, seorang imam Yesuit dari Nigeria yang memimpin komunitas ordo agamanya di seluruh Afrika antara tahun 2017-2023.

Paus Leo XIV akan memulai rangkaian kunjungannya ke Afrika di Aljazair, menjadi paus pertama yang menginjakkan kaki di negara itu. Ketidakpercayaan terhadap budaya Barat dan Kristen masih tinggi di Aljazair, sebagian besar diakibatkan oleh kehadiran kolonial Prancis di masa lalu.

Kehadiran paus diharapkan dapat memberikan dorongan bagi Gereja Katolik Aljazair, yang dikenal karena bekerja sama erat dengan rekan-rekan Muslim di negara itu.

“(Di Aljazair) Kristen masih membawa kenangan masa lalu yang menindas,” kata Pendeta Martin McGee, seorang biarawan Benediktin dan ahli hubungan Kristen-Muslim di Aljazair, kepada CNN.

“Paus Leo akan berupaya memperkuat hubungan Kristen-Muslim. Sejak kemerdekaan negara itu dari Prancis pada tahun 1962, sisa-sisa Gereja Katolik yang masih ada di Aljazair secara konsisten berupaya untuk menghilangkan penghalang antara umat Kristen dan Muslim,” tambahnya.

Negara-negara Afrika lainnya yang akan dikunjungi Leo memiliki populasi Katolik yang besar dan terus bertambah.

Selama perjalanannya, ia akan melihat gereja dari dekat, merayakan Misa di ruang terbuka, mengunjungi panti jompo, penjara, kampus universitas dan rumah sakit jiwa. Seorang juru bicara Vatikan mengatakan bahwa “600.000 umat beriman” diperkirakan akan ikut serta dalam Misa yang dipimpin oleh Leo di tempat parkir yang berdekatan dengan Stadion Japoma di Douala, Kamerun.

Kunjungan ke luar negeri memberi Paus kesempatan untuk berbicara kepada para pemimpin negara dan menyoroti isu-isu tertentu. Saat berada di Angola, Paus Leo XIV direncanakan akan terbang ke kota Saurimo, jantung industri berlian yang kontroversial, di mana ia akan merayakan Misa di ruang terbuka.

Meskipun industri berlian merupakan kontributor utama perekonomian, kekhawatiran muncul mengenai dampaknya terhadap lingkungan dan perlakuan terhadap para penambang. Selama masa kepausannya, Paus Leo XIV  berbicara tentang pentingnya melindungi planet ini. Pengelolaan lingkungan mungkin bisa menjadi topik yang akan dibahasnya saat berada di Angola.

Pada 21 April, Paus Leo XIV akan memperingati ulang tahun pertama kematian pendahulunya, Paus Fransiskus, di Guinea Ekuatorial, sebuah negara kecil dengan mayoritas penduduk Katolik dan sekitar 70% penduduknya hidup dalam kemiskinan.

Sejak terpilih, Ia telah berupaya menawarkan kepemimpinan yang mampu mengatasi perpecahan. Kunjungan singkat Paus Leo XIV ke negara-negara Afrika akan menjadi upaya mewujudkan visi tersebut di benua hitam itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *