Warga Palestina Ditembak, Dipukuli, dan Dipaksa Meninggalkan Rumah dalam Serangkaian Penggerebekan Israel di Tepi Barat

Palestinian Shot

Al-Quds, Purna Warta – Pasukan pendudukan Israel dan para pemukim bersenjata ekstremis menembak, memukuli, serta menahan warga Palestina dan memaksa sejumlah keluarga meninggalkan rumah mereka dalam serangkaian serangan terbaru di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Penggerebekan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah Tepi Barat pada Minggu. Warga Palestina dilaporkan ditembak, dipukuli, dan ditahan, sementara rumah-rumah mereka digeledah dan sejumlah keluarga dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Di al-Khalil (Hebron), dua warga Palestina dilaporkan ditembak dan delapan lainnya terluka dalam serangan di kawasan Al-Jaabari, Al-Ras. Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan telah memberikan perawatan kepada 10 warga Palestina.

Seorang pria berusia 60 tahun ditembak di bagian punggung dan tangannya, sementara seorang pria berusia 46 tahun juga ditembak sebelum kemudian ditahan. Delapan orang lainnya, termasuk seorang perempuan berusia 66 tahun, dilaporkan terluka setelah dipukuli.

Kekerasan juga terjadi di sejumlah wilayah lain di al-Khalil. Di kamp pengungsi Al-Arroub, pasukan Israel dilaporkan menembakkan gas air mata, menangkap seorang pemuda Palestina, dan menyita kendaraannya.

Di Wadi al-Hussein, pasukan Israel menahan seorang ayah dan mencegahnya mendatangi sebuah klinik tempat anaknya dijadwalkan menjalani perawatan. Di Beit Einun, para pemukim yang didampingi pasukan Israel menyerang dan menahan sejumlah anggota keluarga Zaloum. Pasukan Israel juga secara terpisah menggerebek sebuah rumah di Al-Jalajel.

Di sekitar Ramallah, pasukan Israel menahan seorang remaja bernama Ahmad Nabil Sneif di Qarawat Bani Zeid dan menggerebek Silwad. Hamza Ibrahim Badwan ditangkap dalam penggerebekan sebuah rumah di Beitin.

Pasukan Israel juga menggeledah sejumlah rumah di Beit Liqya dan dilaporkan merusak barang-barang di dalamnya. Para pemukim menyerang kendaraan warga Palestina di dekat Atara dan memasuki Khirbet Samra di kawasan Lembah Yordan bagian utara. Anggota keluarga Abu Awwad juga dilaporkan diserang di rumah mereka dekat Turmus Ayya.

Di sekitar Nablus, bentrokan dilaporkan terjadi di Osarin. Pasukan Israel kemudian menggerebek Beita, Rujeib, Tell, dan kamp pengungsi New Askar sebelum memasuki bagian timur Nablus melalui pos pemeriksaan Awarta. Sejumlah rumah di Qaryut juga digeledah.

Lebih jauh ke utara, pasukan khusus Israel dilaporkan menggerebek sebuah rumah di Ya’bad, sebelah barat daya Jenin.

Di Qusra, sebelah selatan Nablus, keluarga-keluarga Palestina di Ras al-Ain menghadapi konfrontasi berkepanjangan dengan para pemukim. Menurut Quds News Network, para pemukim mengepung tiga rumah, mendirikan sebuah tenda, memblokir akses jalan, serta dilaporkan memutus aliran air dan listrik sehingga warga praktis terjebak di dalam rumah.

Keluarga Abdel Salam dan Abu Rida mengatakan serangan tersebut telah berlangsung selama lebih dari empat bulan di tengah upaya untuk mendirikan pos permukiman baru.

Yousef Abdel Salam dan Qusai Abu Rida termasuk di antara warga yang menolak tuntutan untuk meninggalkan rumah mereka. Pasukan Israel kemudian memasuki Qusra dengan alasan hendak membongkar sebuah pos permukiman di Jabal Ras al-Ain.

Namun, menurut laporan setempat, pasukan Israel justru memerintahkan warga meninggalkan rumah, menyita sejumlah rumah, dan mengubahnya menjadi posisi militer. Kepala Dewan Qusra, Abdel Azim al-Wadi, mengatakan bahwa 16 rumah telah diubah menjadi barak militer.

Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi yang lebih luas. Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok melaporkan terdapat 2.256 serangan terhadap warga Palestina, tanah, dan properti mereka sepanjang Juli. Sebanyak 1.458 serangan disebut dilakukan oleh pasukan Israel dan 798 oleh para pemukim. Di al-Khalil tercatat 170 insiden.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan terjadinya kekerasan pemukim pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mencakup penyerangan, penggerebekan, perusakan properti, serta pembatasan akses warga Palestina ke lahan pertanian di sekitar permukiman dan pos-pos permukiman baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *