Gaza, Purna Warta – Tembakan artileri Israel menghantam sebuah sekolah di Kota Gaza pada Jumat, menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, di tengah berlanjutnya pelanggaran rezim pendudukan terhadap gencatan senjata yang rapuh.
Baca juga: Sekjen PBB Mengecam Eskalasi Kekerasan Pemukim Israel di Tepi Barat yang Diduduki
Serangan tersebut menghantam sebuah sekolah yang berada di dekat Rumah Sakit Mohammad al-Durra, di sebelah timur kawasan al-Tuffah, menurut sumber medis dan para saksi mata. Fasilitas itu digunakan sebagai tempat perlindungan bagi keluarga-keluarga pengungsi.
Menurut Quds News Network, sedikitnya tujuh orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka, termasuk anak-anak.
Para saksi mata mengatakan bahwa sejumlah jenazah ditemukan dalam kondisi terpotong-potong.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa serangan kemudian meluas ke sebuah gedung pelatihan milik Dinas Pendidikan yang terletak berseberangan dengan Rumah Sakit al-Durra.
Artileri Israel terus menembaki wilayah di sekitar Rumah Sakit al-Durra dan Sekolah al-Shuhada, ujar para saksi.
Tembakan granat asap dan senapan mesin berat juga dilaporkan. Sejumlah warga Palestina mengalami luka-luka ketika penembakan menyasar bagian timur kawasan al-Tuffah.
Staf medis di Rumah Sakit Baptis al-Ahli mengatakan mereka menerima sejumlah korban dari serangan artileri Israel yang menghantam sebuah bangunan yang menampung keluarga pengungsi di kawasan yang sama.
Meski gencatan senjata telah diberlakukan, otoritas kesehatan Palestina menyatakan bahwa serangan Israel terus berlangsung di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Baca juga: IPC: Sedikitnya 1,6 Juta Warga Gaza Hadapi “Kerawanan Pangan Akut”
Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya pada Jumat menyatakan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, sebanyak 395 warga Palestina telah tewas dan 1.088 lainnya luka-luka. Kementerian itu juga mencatat bahwa 634 jenazah telah berhasil ditemukan dalam periode yang sama.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa jumlah total korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 telah meningkat menjadi 70.669 orang, dengan sedikitnya 171.165 lainnya mengalami luka-luka.


